Taijiquan dan qiqong – 2

(copas)

Shoufa – teknik tangan
Bufa – teknik langkah
Yanfa – teknik mata
Shenfa – teknik badan
Jiaofa – teknik kaki

tekniknya itu kepisah-pisah, tapi begitu dipraktekkan ya berbarengan. Terpisah-pisah gitu emang dari sananya, dan menandakan fungsi masing-masing bagian yang memang didesain sedemikian rupa.
Shoufa terdiri dari Peng Lu Ji An Cai Lie Zhou Kao
Bufa terdiri dari Jin (maju) Tui (mundur)
dst
Jadi pada teknik tangan tidak dikenal istilah maju mundur, alias pada saat menerapkan teknik tangan, tangan tidak melakukan gerakan maju mundur. Maju mundur dilakukan dengan teknik langkah dst.

Peng Lu Ji An dst sangat susah diterjemahkan ke dalam bahasa lain, karena padanan katanya yang nggak ada. Bahkan terjemahan bahasa Inggrisnya pun kurang tepat, kecuali untuk An yang berarti menekan, Zhou yang berarti elbow dan Kao artinya lean against. Tulisan mandarin Peng, Lu dan Ji pun bukan merupakan tulisan yang lazim dapat ditemukan di kamus-kamus mandarin.
Sedangkan untuk teknik langkah (Bufa), ya cuma ada 2, yaitu langkah maju atau mundur aja.
Sedangkan teknik mata (Yanfa) ada 2, yaitu Gu Pan. Gu berarti fokus, sedangkan Pan berarti pandangan peripheral.
Teknik badan (Shenfa) cuma satu, yaitu Ding, yang berarti settle atau centered.

Peng itu artinya membuat lawan tidak bisa “masuk” dengan cara menjaga lawan agar tetap berada diluar parameter.
Lu itu artinya membuat lawan menjadi menjangkau karena off target, dan juga bisa dipergunakan untuk membuat serangan lawan menjadi terlalu panjang sehingga kita menjadi dekat ke center lawan.
Ji dilakukan dengan punggung tangan.
An menggunakan telapak tangan.
Cai artinya memutus serangan lawan dengan cara membelokkannya.
Lie artinya mengubah arah tenaga lawan dari teknik sebelumnya, misalnya dengan teknik Lu-Cai kita membuat lawan terjerembab ke sisi dalam, tetapi ditambah Lie sehingga lawan yang tadinya lagi terjerembab ke sisi dalam tahu-tahu mental ke luar.
Zhou dan Kao harusnya udah jelas ya.
Bufa cuma ada maju dan mundur soalnya memang itu aja adanya, dalam aliran saya nggak dikenal langkah yang lain alias memang cuma ada 2: mendekati target disebut maju, menjauhi target disebut mundur.
Pandangan peripheral itu ya pandangan yang tidak memiliki fokus tertentu, tapi bisa melihat ke segala arah (seluas pandangan mata).

Push hands (Tuishou) itu nggak disebut Tuishou, tetapi disebut dengan Roushou. Rou itu artinya kneading, seperti orang yang lagi membuat adonan tepung buat bakpao (apa ya namanya dalam bahasa Indonesia…). Jadi tujuannya adalah melatih tingkat kepadatan dan keuletan gerakan sehingga seluruh badan menjadi sangat kuat dan kenyal. Apabila lawan latihan kita kemudian terpental, itu karena dia kalah padat dan kalah kenyal. Metode latihan ini di dalam catatan klasik keluarga Yang (Yangjia Laopu) disebut sebagai Caizhan. Nama Caizhan diberikan oleh Zhang Sanfeng.

Kita bukan menghilangkan tenaga orang, tetapi membuat orang tidak bisa mengerahkan tenaganya tanpa terkena efek balik (makanya berasa membal, dan yang membal itu efeknya ke seluruh badan). Akan tetapi semua dicapai dengan melakukan spiral yang tepat, gitu aja kok, dan bukan dengan menahan/Ding.
Sedangkan apabila lawan sudah berubah-ubah bebas tanpa pattern, yang merupakan tuishou pada umumnya, di kami disebut sebagai Zhuofa, dan berisi lemparan, bantingan, sapuan, kuncian dll. Zhuofa adalah teknik aplikasi jurus.
Roushou yang bagus adalah apabila memiliki kepadatan ideal dan gerakan yang tidak clash dengan incoming force dari lawan latihan kita, serta lingkaran yang lebih kecil dari lawan latihan kita.
Zhuofa yang bagus adalah dapat menerapkan teknik dan melakukan perubahan sesuai dengan kondisi yang dihadapi tanpa perlu berpikir.
Baik roushou ataupun zhuofa, tujuan ultimate dari kedua latihan tersebut adalah kemampuan menerapkan spiral dan melatih Hua-Fa Yi Ti (menetralisir dan meng-issue dalam satu kesatuan).

Spiral, dengan cara gliding titik kontak sehingga lawan kehilangan pijakan untuk melepas tenaganya, pada saat yang sama spiral masuk mengontrol lawan dan membalikkan tenaganya. Dalam klasik ini disebut Zou Nian.

zhuofa: bisa dimulai dari kontak seperti Roushou, juga bisa dimulai dari serangan lawan latihan yang tidak berawal dari sentuhan, seperti memukul, menendang dll.

Patokan untuk Double Weighting dapat ditemukan di Taijiquan Lun tulisan Wang Zhongyue:
Pian Chen Zi Sui, Shuang Zhong Zi Zhi yang berarti Sinking berlebihan ke satu sisi kemudian disusul, Double Weighting kemudian stagnasi.
Penjabarannya bukan hanya kepada langkah kita. Sinking berlebihan ke satu sisi mengisyaratkan notion “memindahkan berat ke satu kaki” yang menyebabkan harus diikuti dengan “menyusulkan”, jadi nggak boleh sinking berlebihan ke satu kaki kemudian diam saja di ditu. Sedangkan untuk Double weighting, di sini menunjukkan bahwa adanya double weighting menyebabkan stagnasi; misalnya apabila kita hendak menerapkan satu teknik kemudian tidak berfungsi (seperti izmanq yang berusaha mendorong tapi gagal) ini juga disebut stagnasi (stuck). Jadi penjabaran double weighting itu nggak melulu ke arah berat badan yang ditopang oleh kaki.

Stagnant ini diawali oleh Double Weighting. Kemudian unchanging juga karena double weighting. Jadi baik stagnasi ataupun tidak bisa berubah dikarenakan oleh double weighting, gitu.
Kata-kata “meresponse dengan benar” juga sangat subjektif, tergantung dengan pengertian masing-masing aliran. Menurut saya, meresponse dengan benar berarti apabila terjadi kontak dan terjadi gerakan, seharusnya lawan sudah langsung berada pada posisi yang tidak nyaman (Bei) atau mental atau jatuh (tergantung teknik yang diterapkan) pada kontak tersebut.
Soal berat 70-30 dll, memang berat kita di kaki aja yah? badan juga diperhitungkan beratnya. Pebagian berat di kami tergantung pada kuda-kuda yang diambil, dan tergantung pada besar kecilnya internal pressure yang kita miliki. Kalau internal pressure-nya kuat banget, berat badan lebih ditopang oleh center daripada kaki.
Sinking berlebihan adalah berat badan dipindahkan ke satu kaki aja atau posisi over pada kuda-kuda tertentu. Enakan pas ketemuan ngejelasinnya

Uprooting itu partially teknik, tapi harus ada base yang baik (internal) sehingga tidakk goyah waktu uprooting (sehingga menyebabkan tidak berfungsinya teknik tersebut).
Kalau fajin aja, banyak CMA lain yang juga bisa melakukannya. Makanya saya paling malas membahas fajin secara umum karena BUKAN spesialisasi dari Taijiquan. Spesialisasi Taijiquan adalah meminjam dan mengembalikan tenaga lawan dalam satu kali gerakan dan dalam satu sentuhan.

Dalam konteks Taiji Xue Mai Yi Ri Yue berarti Jalur meridian mengikuti siklus matahari dan bulan. Jadi bukan aliran darah, tapi jalur meridian. Xue disini sesuai dengan xuedao atau titik jalan darah yang notabene merupakan titik akupuntur. Xuemai bukan menggambarkan jalur peredaran darah (blood vessels). Jadi yang biasa kita kenal sebagai aliran jalan darah itu sebenarnya TIDAK ADA HUBUNGAN dengan pembuluh darah manapun. Dalam sudut pandang Taiji, ini menggambarkan siklus Qi yang memang mengikuti peredaran matahari dan bulan. Dalam pembagian waktu cara orang Tionghoa jaman dulu, dikenal ada 12 masa (shichen) yang setiap masanya terdiri dari 2 jam (dimulai dari Zi sampai ke Hai). Ada 4 Shichen yang penting, yaitu jam 11-1 malam (Zi shi), jam 5-7 pagi (Mao shi), jam 11-1 siang (Wu shi), dan jam 5-7 sore (You shi), ini berkaitan dengan keadaan Yin dan Yang pada badan (yaitu sirkulasi Qi pada tubuh kita atau pada meridian Yin dan Yang). Zi Mao merupakan Jinhuo, dan Wu You merupakan Tuifu (untuk Jinhuo dan Tuifu saya nggak jelaskan secara detail ya, karena berkaitan dengan rahasia pengolahan Qi.

Taijiquan mengenal center sebagai poin tersulit dari 13 Shi (yang dimulai dengan Peng etc) dan apabila menemukan center maka menemukan stability. Dan apabila menemukan stability maka apapun teknik yang dilakukan maka tidak akan off-center atau leaning. Kalau tidak off center atau leaning maka dapat berputar dengan baik. Apabila dapat berputar dengan baik maka dapat melakukan spiral dengan benar. Dan dari pengalaman saya, tanpa center semua teknik Taijiquan tidak dapat dilakukan dengan baik.

Shen Suishi Yingbian

Pada dasarnya, komen yang disampaikan sudah sesuai dengan arti dari bait ini. Shen Suishi Yingbian berarti adaptability, bukan berarti kita sibuk bergerak nggak keruan tanpa juntrungan yang jelas. Cuma pengertian adaptability ini memiliki banyak sekali versi. Apabila dipandang dari sudut pandang Taijiquan (aliran saya) maka ada detail penting lainnya yang harus diperhatikan. Kebanyakan aliran beladiri melakukan adaptability terhadap gerakan lawan. Taijiquan aliran kita memiliki satu lagi jenis adaptability, yaitu adaptability terhadap contact point yang dibuat oleh lawan.
Konflik fisik terjadi pada saat terjadi titik kontak antara lawan dan kita baik secara langsung ataupun lewat senjata. Sebelum terjadi kontak fisik, maka tidak ada konflik fisik. Yang dimaksud dengan adaptability terhadap contact point adalah melakukan perubahan posisi fisik dan arah tenaga pada contact point sehingga menyebabkan lawan kehilangan posisi yang nyaman dan kita dapat menguasai keadaan tanpa perlu melukai lawan. Ini adalah spesialisasi Taijiquan.

Shen Suishi Ying? Bian, yang berarti Badan setiap saat siap berubah. Perubahan pasti terjadi secara external dan internal. Dan setiap perubahan pasti ada Yi (intention).

Artinya bukan tubuh selalu flexibel dalam arti kata lentur, tetapi selalu beradaptasi dengan perubahan yang diciptakan oleh lawan. Fighter tenang karena memiliki center, dan jago karena adaptability-nya tinggi. Dan untuk memiliki adaptability tinggi diperlukan ketenangan yang baik juga.

Bukan bergerak sebelum lawan bergerak, karena ini bisa diartikan lawan diam, kita bergerak. Bi budong, Ji budong, bi weidong, ji xiandong, artinya “Lawan tidak bergerak, kita tidak bergerak. Begitu lawan MAU bergerak, kita bergerak duluan”.

Shou Feng Kong Ze Ru, secara harfiah berarti, “tangan ketemu kosong maka masuk”. Dalam Taijiquan, frase yang dipakai adalah frase yang dapat ditemukan dalam Dashou ge yaitu “Yin Jin Luo Kong He Ji Chu”. Ada kemiripan, tapi ada juga perbedaannya. Dalam Taijiquan, yang dimaksud dengan “ketemu kosong” adalah kosong pada lawan yang diciptakan oleh kita sendiri pada saat terjadi kontak fisik dengan lawan. Artinya, apabila lawan menyerang kita maka begitu terjadi kontak mak serangannya menjadi mentah karena dikosongkan. Sedangkan arti “maka masuk” dapat diartikan dalam 2 teknik besar Taijiquan aliran kita yaitu “zhidie” atau melipat, dan “zhuanhuan” atau berputar-ganti. Dalam zhidie, kita masuk dari titik lain, sedangkan dalam zhuanhuan kita menggunakan titik yang sama dengan kontak yang kita kosongkan sebelumnya. Dalam Taijiquan, “ketemu kosong maka masuk” terjadi pada satu gerakan kontinyu dan tidak dibagi menjadi 2 atau 3 gerakan, dengan kta lain “Yin Jin Luo Kong He Ji Chu” merupakan satu kesatuan yang tidak dipisah-pisahkan dalam aplikasinya.

Dari perspektif Taijiquan, Shou Feng Kong Ze Ru merupakan counter attack. Dan memang begitulah adanya, dalam arti kata bahwa Taijiquan memang lebih fokus ke defense daripada attack dan tidak ada istilah jual beli pukulan sehingga merupakan ilmu counter attack aja.

Struktur terdiri dari 2 macam: struktur internal dan external. Struktur internal= Pengjin, dan struktur external= Luoxuan. Pertanyaannya simpel saja, Pengjinnya udah benar belum? Terus, Luoxuannya juga, udah benar belum? Kalo udah benar baru bisa berlatih untuk memahami contact point dan timing. Timing itu tidak ditentukan oleh besar kecilnya tenaga yang datang, dan juga tidak ditentukan oleh posisi tubuh lawan. Timing bisa dimengerti dari istilah Yi Yi Buneng Jia, Yinchong Buneng Luo (sehelai bulupun tidak bisa ditambahkan, lalatpun tidak bisa hinggap).

Apabila lawan mengeluarkan tenaga untuk bertahan baik secara pasif (Ding) ataupun secara aktif (Kang) maka dapat kita pinjam tenaganya sehingga bermanfaat buat kita. Ding dan Kang juga dikategorikan sebagai gerakan, karena terjadi shifting pada center lawan pada saat dia Ding atau Kang.

Ding itu kan pasif, jadinya kalo Ding itu biasanya nahan aja, tapi Kang itu aktif, selain bertahan juga secara aktif bergerak melawan balik.

Untuk Cheng Man Ching style, memang latihan memberatkan badan ke Yongquan disebut sebagai latihan Sung Chen… tapi kalo di kita beda total. Kalo di kita, yang disebut dengan Chen adalah Qi Chen Dantian (Qi sink to Dantian) sehingga membentuk Dangjin. Dengan demikian support seluruh tubuh terletak pada Dantian, dan kaki bisa bergerak bebas dengan cepat (kan udah pernah ditunjukkan di form…). Cara bergerak kaki pun seperti gasing, berputar ke sana kemari.

Dalam Taijiquan mengenal bahwa konflik yang sesungguhnya terjadi apabila terjadi kontak fisik. “Mendengar” dalam aliran Taijiquan pada umumnya merupakan mendengar arah serangan lawan. Kalau dalam aliran kita, yang kita “dengarkan” adalah perubahan dalam struktur kita sendiri, jadi bukan mendengarkan lawan, sehingga kemudian kita merespon dengan mengembalikan posisi struktur kita ke posisi semula. Sedangkan lawan dilihat (dengan mata, Gu dan Pan) bukan didengarkan.

Pada saat Zhan Zhuang Qi juga masuk ke Dantian, tapi sebelumnya bakal turun ke Yongquan dulu sampai Yongquannya aktif maka akan kembali ke Dantian. Pada saat masih turun ke Yongquan, kaki akan terasa seperti menancap di bumi, tapi kalo udah balik ke Dantian maka akan terasa ringan seperti “menapak di kertas”. Tahu kan arti Yongquan? Orang-orang dulu memberikan nama pada titik-titik akupuntur bukan tidak ada artinya.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: