Taijiquan dan qiqong – 1

(copas)

Pola gerakan memang pada dasarnya ada 2 jenis sih (ini dari Yang style), waktu Yang Luchan menurunkan Taiji ke masyarakat umum, pola dan bentuk jurus serta pengajarannya memang dibedakan dengan waktu beliau mengajar ke anak-anak dan murid pilihan beliau.
Cara yang pertama masuk ke dalam golongan Yang shen atau Taiji kesehatan. Yang ini dibuka untuk umum.
Cara yang kedua masuk ke dalam golongan Jiji/Tiyong atau Taiji beladiri. Yang ini dirahasiakan dan hanya disebarkan ke kalangan sendiri.
Perbedaannya sangat mencolok.
Perbedaan requirement antara Taiji beladiri dan Taiji kesehatan:
1. Bukaan tangan Taiji beladiri harus kecil, syaratnya adalah kecil, exquisite dan lincah, badan dan tangan saling bergabung (maksudnya bergerak bersamaan);
Bukaan tangan Taiji kesehatan harus besar, syarat tambahan adalah nyaman dan terbuka lebar, badan membawa tangan.
2. Gerakan Taiji beladiri adalah spiral, membuka tangan dari sisi menghadap luar, yang dilatih adalah inti sphere, yang didapatkan adalah Zhuan Fan Jin (drill-turn-upside-down-power);
Gerakan Taiji kesehatan adalah lingkaran yang lincah, membuka tangan dari depan menghadap luar, yang dilatih adalah kulit sphere, yang dicari adalah Song Chen Jin (loose-and-sinking-power).
3. Taiji beladiri memiliki putaran pinggang kecil, syaratnya adalah kaki yang isi harus bisa diangkat, melakukan jurus seolah-olah kaki menginjak daun teratai;
Taiji kesehatan memiliki putaran pinggang besar, waktu menggeser poros badan, mengharuskan pembedaan antara kosong dan isi.
Jadi memang jelas perbedaan antara Taiji yang umum dan Taiji yang khusus/rahasia. Banyak orang yang berusaha mencari cara menggunakan Taiji kesehatan dalam beladiri (saya berbicara khusus untuk aliran Yang di sini) tetapi selalu tidak berhasil sehingga mereka meng-incorporate elemen beladiri lain ke dalam Taijiquan.
Kalau di aliran saya, Jin yang ada cuma satu: Pengjin (Peng force), juga disebut dengan Neijin (internal force), juga disebut dengan Luoxuan Jin (spiraling force), dan juga disebut dengan Zhuan Fan Jing (drill-upside down-force, penamaan ini berkaitan dengan bentuk pemakaian Jin ini pada saat aplikasi). Jin ini adalah spesifik kepunyaan Taijiquan, yang tidak ditemukan di beladiri lain.

Dalam meditasi yang penting bisa mencapai ketenangan dan pikirannya balance.

Seluruh proses Songyao ini sebenarnya dapat dikuasai dalam Zhan Zhuang. Sebenarnya yang terbuka itu bukan Kua, tapi bagian punggung bawah menjadi rileks dan kemudian melepaskan beban yang selama ini dibawanya. Jadi Kua masih belum dihitung terbuka. Di aliran dia nggak ada yang namanya latihan khusus Lok Kua, yang ada adalah Kai Kua (membuka Kua) dan Yuan Dang (membulatkan Dang). Kalau sudah Kaikua dan Yuandang, otomatis Luokua sendiri (sama dengan Lok Kua), terus rasanya, meskipun pakai kuda-kuda rendah, tapi berasa kayak duduk di kursi aja.

Melatih 3 jenis power dalam tubuh sehingga bisa mencapai “kuda-kuda seperti duduk di atas kursi“. Powernya bersifat vertikal ke bawah, vertikal ke atas dan horizontal. Ketiga hal ini harus exist bersama-sama pada satu moment (bukan dipecah-pecah) sehingga menghasilkan “Pengjin”. Apa itu Pengjin? Power yang bisa membuat lawan mengambang hanya dengan sentuhan saja, lawan menjadi tidak berakar tetapi kita sama sekali tidak melakukan apa-apa. Sebagai contoh, bola yang mengambang dalam air, apabila kita tekan bolanya dan dilepaskan, maka bola tersebut akan terlontar kembali ke permukaan air. tetapi air sama sekali tidak melakukan apa-apa terhadap bola tersebut. Air tersebut dikatakan memiliki Pengjin.

Dang, kalau dalam bahasa Inggrisnya disebut Groin, merupakan area dari lutut kiri ke arah selangkangan dan ke lutut kanan. Area ini harus dijaga posisinya agar tetap melengkung (membentuk arc). Ini disebut Yuan Dang dalam bahasa Mandarinnya (Yuan berarti bulat).

Jika kita lihat dan mempelajari Taijiquan Lun dari Wang Zhongyue, kita akan menyadari bahwa Wang Zhongyue tidak pernah menyebutkan “Tingjin”. Kalau di aliran kami, Tingjin memang nggak ada mas. Sesuai dengan klasik, “You zhuosou er jianwu dongjin”, yang berarti “Dengan Zhuo yang sudah matang, perlahan-lahan akan menyadari Dongjin”. Ada aliran yang menyatakan bahwa kita harus bisa mendengarkan gerak gerik lawan, dan saya tidak mengatakan bahwa mereka salah kami benar dll, karena mereka juga benar (menurut versi mereka), tapi versi kami adalah, yang di”dengar” (saya lebih suka kata “merasakan”) cukup titik kontaknya saja. Setiap ada aplikasi tenaga atau aplikasi gerakan (ada percobaan menuntun dari lawan) pada titik-titik tersebut, maka langsung bereaksi menetralisir sekaligus mengembalikan kembali ke lawan. Jadinya lawan tidak pernah bisa masuk atau mendarat.

Karena lawan tidak bisa masuk, ya tidak perlu melakukan apa-apa toh? Mendeflect 1000 pound dengan 4 tael (siliang bo qianjin) harus dimengerti secara total.

Dari klasiknya ketahuan, bahwa untuk melakukan siliang bo qianjin diperlukan teknik qiandong atau menggiring. Jadi bukan asal menyebutkan siliang bo qianjin. Perumpamaan menggiring adalah, seperti seseorang menggunakan seutas tali (siliang) untuk menggiring kerbau (qianjin).

3 power BUKAN merefer pada Yi (intention), tetapi pada power yang dihasilkan apabila melakukan Xuling Dingjin dan Yuandang Kaikua dengan benar (2 power) yang kemudian memunculkan power yang ke-3, tetapi power yang muncul adalah Pengjin yang sesungguhnya.

Yuandang dan Kaikua datang dalam satu paket. Jadi kalau bisa Yuandang, ya otomatis kua-nya udah kebuka, vice versa.

Zhuofa adalah teknik aplikasi. Jadi jurus yang dipelajari diaplikasikan ke latihan pasangan sehingga kita mengetahui variasi perubahan teknik Taijiquan.
Dongjin BUKAN merasakan titik kontak. Dongjin adalah mengerti perubahan dalam teknik secara baik sehingga ketika latihan berpasangan tidak perlu pakai berpikir lagi.

Slow form dan fast form sebenarnya ada. Dan seharusnya prinsip-prinsip slow form diterapkan secara keseluruhan juga pada fast form. Akan tetapi, banyak fast form yang ada merupakan fast form baru. Seperti fast form yang dimainkan oleh Ma Yueliang, merupakan ciptaan beliau sendiri pada later years (yang diyakini berdasarkan masukan dari mertuanya, Wu Jianquan). Mengapa saya mengambil kesimpulan seperti itu? Karena di silsilah keluarga Wu yang lain tidak dapat ditemukan fast form ini.
Kalau di aliran saya, slow form dilatih agar hapal dengan gerakannya, transisinya dll. Kemudian sesudah hapal dan smooth, kami mulai melatih form dengan cepat. Cuma kami tidak mengenal istilah “alternating slow and fast” karena gerakan jurus aliran saya ini dilakukan dengan lambat ATAU dengan cepat. Gerakan lambat dan cepat ini ya sama saja, artinya fast form merupakan slow form yang dipercepat (sangat dipercepat) dan tidak berubah sedikitpun. Maksudnya: Apabila dalam form terdapat elemen double weighting dan Pian Yi (off-centered dan leaning) maka form tersebut tidak dapat dipercepat temponya karena akan mengalami discontinuity. Form yang baik (slow form ataupun fast form) adalah form yang sama sekali tidak patah dalam hal eksekusi dan dalam hal kontinyuitas tenaga.
Untuk soal brute force, mengapa disebut dengan brute force? Karena memiliki angle, atau changeability-nya sangat rendah. Sedangkan dalam taiji kita mempelajari force yang memiliki tingkat changeability yang sangat tinggi, dan penetrating force (force yang nggak bisa ditahan) juga.
Sekarang untuk fungsi pikiran dalam mengkoordinasi badan. Pada awal latihan, memang diperlukan latihan yang rutin dan penuh dengan kesadaran akan gerakan masing-masing bagian badan sehingga akhirnya badan bisa berkoordinasi dengan baik. Pada saat ini, latihan form dilakukan dengan lambat. Akan tetapi, kemudian fungsi pikiran berubah, menjadi mempertahankan center pada saat badan bergerak (sudah bukan memperhatikan koordinasi lagi). Pada saat ini, latihan form sudah mulai cepat. Mengapa memperhatikan center? Supaya tidak melakukan kesalahan Off-centered atau Shifting (Pian), dan Leaning (Yi). Sesudah bisa memperhatikan center sampai menjadi sebuah kebiasaan (pada saat ini form kita sudah sangat cepat), barulah kita belajar memperhatikan titik kontak (titik sentuhan atau titik temu antara kita dan lawan) dan belajar bereaksi terhadap titik kontak ini. Disinilah mulai dapat kita lihat fungsi Taijiquan sebagai beladiri. Sampai kita sudah terbiasa dengan reaksi yang tepat (dalam aliran saya, ini dimulai dengan latihan Roushou dan diteruskan dengan latihan Zhuofa sampai mahir) maka kita sudah dapat membela diri dengan menggunakan Taijiquan.
Berbicara mengenai sensitifitas dalam merasakan perubahan pada titik kontak, yang paling diperlukan untuk proses ini adalah CENTER. Artinya, kita memiliki struktur yang sangat adaptif dengan center yang kokoh. Seperti roda dengan axis yang kokoh dan bearing yang smooth dan tidak ada rough angle (dalam terminologi kita disebut dengan Dingjin atau resistance), maka kita dapat menyesuaikan diri dengan serangan lawan (Zou yang berarti lawan keras, saya lembut) dan dapat dengan seketika mendapatkan posisi yang superior pada saat bersentuhan dengan lawan pada kontak pertama (Nian yang berarti lawan pada posisi yang tidak menguntungkan, saya berada pada posisi yang menguntungkan).

Kalau mau bikin orang ngambang, power atas dan bawah harus seimbang (dan menghasilkan power horizontal) sehingga orang yang menyerang kita ngambang sendiri. Buka-Tutup (Kaihe) itu untuk melempar orang, tapi power horizontal itu buat “nyabut akar sekali sentuh”.

Contoh aja: ambil sebuah handuk, kemudian tarik ke atas barengan dengan tarik ke bawah. Pasti handuk tersebut menjadi tegang, bukan? Semakin kencang nariknya, maka semakin tegang, sehingga bisa membal kalau ditekan. Nah ini yang power horizontal.

Napas punggung untuk memperkuat power atas. Buang napas untuk memperkuat power bawah (Dangjin).

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: