Asal ngutip (ttg MA)

(Copas)

Beberapa Fajin di aliran MA tertentu, yang saya amati malahan tidak memperhitungkan masalah jarak. Karena gaya yg ditimbulkan dari kaki kemudian dipercepat oleh putaran pinggul dan kemudian pinggang dst memiliki efek ledak yang bisa memelantingkan lawan beberapa meter. Tapi jika pihak lawan berusaha menahan momentum itu maka barulah memliki daya rusak ke badan lawan.

Untuk menimbulkan daya rusak sebesar-besarnya ditentukan oleh seberapa cepat kecepatan pukulan kita pada saat berhenti di titik berhenti (BUKAN titik kontak). Jadi untuk memperbesar daya rusak ada dua hal:
1. Adalah tenaga kita –> whole body movement (termasuk qi) adalah bertujuan utk memperbesar tenaga kita.
2. Jarak antara kepalan tangan mulai bergerak sampai ke titik berhenti pukulan (BUKAN titik kontak) –> mengambil ancang-ancang sejauh mungkin (misalnya tangan ditarik ke belakang sejauh-jauhnya) tujuannya adalah ini (memperbesar jarak).
Dua hal itu konsep utamanya.
Yang sering membingungkan pertama memang adalah klaim utk memukul tanpa jarak – well dalam kenyataanya hal seperti itu TIDAK ADA. Karena misalnyapun titik awal pukulan dimulai tepat dari permukaan kulit musuh (titik kontak), tetap harus didorong sampai dengan berhenti di titik berhenti pukulan, yaitu biasanya kira2 somewhere di dalam tubuh musuh. Jadi walaupun sangat pendek, tetap ada jarak. Pas berhenti di titik berhenti itu kecepatannya berapa – itulah yang menentukan seberapa besar daya rusaknya.
Yang sering membingungkan kedua adalah fenomena qi. Well utk yg ini memang TIDAK PERLU gerakan sama sekali. Cukup disentuh musuh bisa terkapar. Ini konsepnya berbeda yaitu mengalirkan qi kita untuk mengacaukan metabolisme tubuh musuh. Jadi BUKAN karena seberapa cepat pukulan kita.

jika berhenti pas di titik kontak, tulang itu gak akan kena impact apa2. Jika sampai patah / mental, pasti titik berhenti kita adalah somewhere di dalam / belakang tulang tsb. Titik berhenti AKTUAL memang bisa saja : pas di titik kontak, mental ke belakang, atau maju terus ke dalam.

Badan orang itu luar biasa kompleks. Kedokteran itu kayak montir mobil tahu bbrp hal sd detil tp paling banter br 10% dr seluruhnya. Ahli neigong adalah seperti pembalap mobil – gak ngerti detil-detil teknis tp tao gimana ngendarain mobil dgn enak. Tetapi dua2 sama2 setuju bahwa semua fungsi tubuh diatur oleh kelenjar d hormon (jing). Setuju semua kelenjar d hormon diatur oleh otak (yi) via electro chemical signal (qi). Diatur supaya apa? Supaya balance sehingga badan tidak sakit. Yg modern bilang homeostasis, yg klasik bilang yin-yang. Makanya studi modern nunjukin bahwa rilex, positive thinking, etc, jelas nunjukin kaitan yg positif dgn masalah kesehatan. Klasik juga bilang hal yang sama. Masalahnya adalah gak semua orang aware bahwa kaitannya SANGAT SANGAT SANGAT erat – jauh LEBIH prioritas dibandingkan segala macam obat, diet, dan lain-lain – yang jelas jelas interrupt proses natural badan.

Pasti akan bingung klo kita selalu misahkan antara waijia (external) dan neijia (internal), keduanya itu lebih merefer ke FOKUS pada saat latihan, tapi ujung2nya ya sama juga, karena ujung2nya ya badan kita2 juga.
Pertama perjelas dulu soal qi. So buang itu angggapan qi adalah barang aneh, ini justru barang sehari-hari. Setiap mahluk hidup yang masih hidup pasti punya qi. Apa itu qi? Sinyal. Sinyal apa? Klo kita gerakin tangan, otak ngirim perintah ke tangan. Nah itu qi. Klo kita denger suara, telinga ngirim sinyal ke otak. Nah itu juga qi. Klo kita kebentur, badan sakit, rasa sakit itu ya qi juga. As simple as that.
Kemudian dantian (bawah). Apa itu? Bagian badan yg bisa nyimpen qi. Seperti baterai HP. Dipake habis. Trus dicharge lagi. Trus dipake lagi. Persis seperti itu. Yg sering salah kaprah adalah istilah “mengumpulkan qi”. Kenapa salah kaprah? Qi itu gak usah dikumpulin karena sudah dari bawaanya sejak kita lahir kita sudah pake qi. Jadi yg dimaksud adalah ngelatih kapasitas dantian. Dengan cara apa. Dengan kasih qi setiap hari. Seperti kita latihan beban, mau gedein otot gimana caranya? Angkat beban tiap hari.
Gimana cara ngasih qi? Waijia DIMULAI dengan pake rasa sakit / bikin tubuh nerima kondisi extreem. Karena rasa sakit generate qi juga. Neijia DIMULAI dengan meditasi karena otak (yi) bisa trigger qi. Walaupun gak bisa digabung seenak perut sendiri, krn banyak yg mati dan jadi orang aneh gara2 experiment dgn ini. Tapi klo gabungin nya betul : BISA. Dari situ makanya keluar berbagai macam aliran qigong dan kung fu. Secara garis besar dibagi dua waijia dan neijia. Bedanya di teknik latihannya. Ujung2nya ya sama klo mo spesifik maenan qi, harus latih dantian. Klo dantian udah punya qi banyak, selanjutnya membuat Jindan and so on. Mana yg lebih efektif? Wallahualam. Saya sendiri prefer neijia karena mulainya lebih rilex dan lebih step by step. Maklum udah berumur
Jadi semua ujung2nya ke internal (neigong). Dan klo CMA dasarnya adalah TCM / neidan. Khusus CMA klo gak ada dasar / ngerti neidan, ya pasti sulit berhasil karena bakal akan seperti orang-orang buta ngeraba-raba di gelap. Banyak yg cuman niru-niru luarnya saja. Seperti mukul-mukulin tangan ke besi, klo gak ngerti cara yg bener (obat, nafas, yi, etc etc), jadi kuat mungkin, tp hampir pasti badan juga rusak. Ikut-ikutan cara latihan nafasnya, nafas jadi kuat ya. Tetapi disebut neigong? Jelas bukan. Dan hasil pasti beda jauh.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: