blindspot

(Copas)

Apakah di Aikido dikenal sebagai Shikaku? Apakah di Silat Sunda dan Betawi dikenal sebagai Suliwa? Apakah di Silat Jawa disebut Slewah? Apakah di Silat Perisai Diri disebut Penjuru Luar? Ataukah di FMA disebut Female Triangle?

Kalo di silat aliran gerak, blindspot semua orang adalah jarak menempel tangan kita ketubuh lawan bisa samping, belakang, bahkan didepan muka lawan itu udah blind banget, setiap langkah ga ada istilah menghindar kesamping kiri kanan tapi sekejap maju merangsek kedepan muka atau tubuh lawan, kalo tangan gerak rasa udah didepan lawan maka tinggal pilih nyerah atau cilaka.
Jarak dekat pada tubuh lawan secara teori mematikan range natural pukulan atau tendangan orang, dalam jarak ini power pukulan orang udah ga ngaruh buat anak2 gerak, dan gerak rasa kalo sudah menempelkan tangan maka aliran gerak lawan sudah ke baca, atau ke “rasa’ walau pun mata kita ditutup.
Ko bisa…. bs lah karena tiap salah satu bagian badan manusia bergerak maka yg lain juga ikut bergerak, dan itu sangat mudah dideteksi. anak2 gerak dilatih dalam sekejap merangsek maju dan meraup nyekek mata atau muka lawan, kalaupun mukanya kita ga apa-apain cuma kita elus2 aja, maka lawan ga bisa apa2 lagi kalo dia mukul maka pasti yg bergerak bahunya duluan maka kalo bahu kanan terasa bergetar kita dorong bahu kiri maka momentum keseimbangan hilang.
Ingat sebagian besar beladiri memukul dengan ayunan bahu dan pinggul yang dalam jarak dekat antar badan 50 cm, sering tidak berfungsi.
juga tendangan pasti menggunakan ayunan pinggulnya, bahkan tendangan lutut itu dilatih momentumnya, dengan gerakan badan.
Untuk cara sederhana bs dites dengan berdiri pas depan teman kita, posisikan tangan memegang pipinya dengan siku kita menempel pas depan kedua bahunya, maka lawan ga bakal bisa ngapa-ngapain, kecuali bahunya bergerak, dorong aja salah satu bahunya sejengkal kebelakang tiap dia berasa bergerak, its useless. atau kalo males tiap dia bergerak colok aja matanya.
jd tiap kita berhasil masuk didepan lawan, udah ga perlu menghindar. dan nangkis.

Masuk ngerangsek kedepan lawan dengan cepat emang bisa? bisa dong asal dilatih ngesot, jangan ngangkat tapak kaki dari tanah selama setaun dalam melangkah nyerang.
atau dengan cara lain bisa ga? ya bisalah tanya aja keluarga GRACIE legenda UFC, yg sulit banget dipukulnya, karena hobby memeluk lawannya dengan cepat. secara teori, kan pas dia masuk kita bs tendang pake dengkul, itu mah teori doang, buktinya gagal melulu. karena semua praktisi jujitsu pasti berlatih untuk meredam dengkul lawannya.

Karena dalam Taijiquan gerakannya adalah spiral, maka kalau pas kita bergerak kemudian terjadi kontak, maka contact point ini menjadi kosong dan berubah menjadi diverting point atau emptying point sedangkan gerakan terus menyusup lewat sisi contact point (yang sudah berubah fungsi menjadi diverting point atau emptying point tadi). Lawan tidak dapat menduga karena pegangan lawan adalah contact point (yang merupakan point of power landing bagi dia) sehingga kita masuk tanpa ada perlawanan sedikitpun dari lawan, dan meskipun matanya melihat tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena badannya tidak menerima signal perubahan apapun selain pengosongan power lawan atau powernya lawan menjadi tidak memiliki landasan atau target

Satu hal lainnya yang menarik secara teory yang digunakan dalam beladiri dan boleh dikatakan merupakan kebalikan dari Blind Spot adalah “Center Line” , kalau Blind Spot mengarah pada Penjuru Luar, Center Line mengarah pada Penjuru Dalam

Secara teory: “Dalam mencapai Blind Spot, bisa kita yang bergerak menuju titik tersebut, ataupun lawan yang dipaksa atau diarahkan sehingga secara otomatis dia ditempatkan pada posisi blind spot!!”

Dan cara masuk ke blindspot atau centerline nggak mesti dengan dipukul atau serangan berupa direct impact lainnya, bisa juga teknik lainnya (misalnya melempar, mementalkan atau menjatuhkan lawan)

“Melihat keatas terasa semakin tinggi, melihat kebawah terasa semakin dalam. Maju terasa semakin jauh, mundur terasa semakin terdesak (keempat bait ini berlaku bagi lawan). Sehelai bulupun tidak bisa ditambah, lalatpun tidak bisa hinggap. Orang lain tidak mengetahui diriku, aku sendiri yang mengetahui orang lain (keempat bait ini berlaku bagi diri sendiri). Seorang pahlawan menjadi tidak terkalahkan, dikarenakan oleh hal ini.”
Ini menggambarkan perasaan yang terjadi pada saat pengambilan blindspot ala Taijiquan. Pada saat kita kontak dengan lawan, apabila lawan niatnya menyerang ke atas, maka dia akan merasa seolah-olah kita jadi tinggi sekali. Apabila dia berniat menyerang ke bawah, maka dia akan berasa seolah-olah berdiri di depan sumur yang dalam . Mau maju nggak sampai-sampai, tapi mau mundur nggak bisa. Disini tergambar dengan jelas bahwa dalam Taijiquan, setiap terjadi kontak dengan lawan, maka ada unsur controlling (atau dalam bahasa Mandarinnya disebut Na) sehingga menyebabkan lawan mati langkah. Dan untuk mengontrol lawan dengan baik, diperlukan kemampuan untuk mengontrol Centernya lawan .

Secara teknis dalam FMA keadaan ini adalah tidak semata2 kita yang bergerak, tetapi ada satu bentukan teknik (bisa passing searah tenaga lawan atau apa saja) dimana lawan mau ga mau atau terpaksa menuju titik blind spot yang kita kehendaki dalam keadaan kehilangan balance ataupun terkontrol….

Tinggi rendahnya ilmu seseorang dapat diketahui cukup hanya dengan membuat initial contact dengan orang tersebut.

Di ulin buhun ada langkah 8, langkahnya sendiri di seser dengan pergerakan yang sedikit masuk ke area Blind Spot lawan, tanpa di sadari tangan atau kaki udah masuk, intinya malah menarik lawan ke arah lingkungan yang kita kuasai dan menyerang balik di area yang ngga kebaca

Untuk lebih jelas belajar dan terdiskripsi dalam Blind Spot, dalam FMA ada satu system yang dinamakan Espada y Daga, disini tangan utama dipersenjatai Pedang Panjang dan tangan suport dipersenjatai Pisau, versi lain yang sering digunakan dalam pelatihan adalah Olisi y Daga, yaitu pedang diganti dg Olisi atau stick rotan…
Dalam Sistem ini, ada beda dimensi dan beda terhadap jarak. Espada y daga akan melatih kewaspadaan akan serangan lanjutan, karena tangan support lawan dipersenjatai dengan sesuatu yang tajam yang justru punya peran “lebih”, pergerakan-pergerakan jelas yang detail pada Blind Spot sangat berarti dalam memanipulasi jarak pertahanan dan penyerangan, bilamana olisi mudah dijangkau untuk disarming dan locking (karena terbiasa sih, soalnya dari awal pelajarannya memang stick fighting) dg penambahan penajaman pada tangan support mau tidak mau praktisi dituntut selalu bergerak pada posisi2 aman, dimana pisau pada tangan lawan tidak lagi bisa menjangkau.

Bagaimana dg Centerline? mungkinkah? Bisa, mengambil Centerline berarti harus ada control juga terhadap jarak pisau lawan ini adalah pemanfaatan espada atau olisi yang lebih panjang.
Ini cukup rumit untuk dipelajari, tetapi hasil yang didapat adalah satu bentuk movement yang nantinya akan bener2 mensuport pelajaran tangan kosong yang pada kurikulum diletakkan pada bagian akhir….

Blinded spot bisa di capai dengan 2 cara, dengan teknik hindaran (biasanya perlu kecepatan dan ketepatan dalam ekseksusinya) atau dengan teknik masuk menutup jalan lawan dalam silat sunda konsep ini di sebut ‘ngaheurinan’ mempersempit ruang gerak lawan

jadi yg jelas blindspot diibaratkan menjadikan korban seperti ingin memeluk gunung namun tak kesampaian, ingin bersembunyi dibalik batu namun hanya ada kerikil, ingin melangkah namun kaki serasa terpaku di bumi…

Untuk menciptakan kondisi shikaku di aikido ada beberapa yg mau ane bahas: irimi, tenkan, omote dan ura
Irimi: to enter, pergerakan maju
tenkan: to turn, pergerakan memutar dengan pivot pada kaki depan
omote: in front of, bergerak ke depan lawan
ura: to the rear of, bergerak ke belakang/samping lawan
ura kadang-kadang didefinisikan sebagai area diluar/dibelakang/punggung lawan, sementara omoto area didepan/bagian dalam sisi penyerang.
Dengan bergerak secara irimi/tenkan kita dapat memposisikan diri untuk bergerak kearah belakang(ura) /depan(omote) lawan.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: