Sebuah Essay tentang Kung Fu – 16

(Copas)

Soal gunanya dalam MA

Orang yg berlatih neigong walaupun dari luar terlihat biasa, tetapi karena metabolisme seluruh badan dimaksimumkan, akan mempunyai struktur tulang dan otot yg berbeda, yg lebih kenyal, lebih keras, lebih padat. Bayangkan punya adik yang selalu dalam kondisi “alert” Jelas klo dipake ngetok orang akan lebih nyonyor dan maknyus.

Trus qi yang lebih kuat membuat yi lebih sensitif yang membuat daya reflek menjadi lebih tinggi. Jelas akan membuat seolah2 gerakan orang lain akan terlihat lebih lambat. Yg nonton film Spiderman 1 mestinya tao yg dimaksud.

Trus soal daya tahan, bukan hanya otot dan kapasitas paru2, tetapi dari internal jing yg menyebabkan organ internal dimaksimumkan kapasitasnya. Hmmm. Power yg seolah-olah gak habis2?

Tiga dulu ah.

Soal dantian

Salah satu kesulitan belajar neidan adalah masalah klasifikasi dan pemberian nama. Sulitnya mengerti dantian adalah salah satu akibat dari ini

Dantian artinya adalah sawah / ladang penghasil obat. Yg dimaksud “obat” di sini hasil akhirnya – sesuai dengan tujuan utama dari ilmu neidan – adalah metabolisme tubuh untuk menyehatkan badan dan menyembuhkan badan ketika kita sakit. Apa pastinya yang dihasilkan oleh dantian? Untuk dantian atas dan bawah yang dihasilkan adalah qi. Dantian tengah, kalau dugaan saya benar, adalah zat hasil pencernaan makanan. Jadi dalam hal ini apa yang dihasilkan oleh dantian adalah merupakan bagian dari satu rangkaian proses untuk menhasilkan energi (baik utk power, kesehatan, dan penyembuhan). Sedangkan energinya sendiri dihasilkan oleh metabolisme tubuh – YANG DIATUR OLEH JING. Oleh karena itu utk clarity sebaiknya kita batasi saja bahwa yang dimaksud dantian adalah yang involve dalam rangkaian proses sampai sebelum jing terlibat.

Saya tidak tahu banyak soal cakra atau dantian yg jumlahnya sampai dengan 7-8-atau lebih, hanya kalau dilihat dari tempatnya, memang ada hubungannya dengan mekanisme menghasilkan qi dan merupakan titik-titik yang juga spesial dalam neidan – tetapi qi yang berasal dari cakra-cakra selain ketiga dantian tersebut, BUKAN dihasilkan langsung dalam diri kita sendiri (jadi bukan tian / ladang / sawah yg ada di dalam tubuh) – melainkan untuk men-tap qi dari luar. Oleh karena itu dalam neidan yg saya tao, yg disebut dantian seharusnya HANYA ketiga dantian tersebut (atas, tengah, dan bawah) karena menghasilkan “sesuatu” langsung dari dalam tubuh sendiri.

Jadi menurut saya, istilah cakra lebih general. Sedangkan kalau neidan memang sudah lebih spesifik membagi cakra menjadi dantian dan NON-dantian. Kalau dari sudut pandang kedokteran modern lebih spesifik lagi, karena dantian atas dan bawah menghasilkan qi, sedangkan dantian tengah menghasilkan zat hasil pencernaan makanan (BUKAN qi secara langsung). Neidan sedikit lebih advanced dr kedokteran modern karena mengetahui bahwa dantian bawah TERNYATA bisa menyimpan qi (seperti baterai) dan bisa dilatih kapasitasnya.

Soal mata ketiga

Dalam neidan yg dimaksud mata ketiga letaknya adalah di tengah-tengah otak (titik perpotongan garis tengah mata dan kuping). Yang mana menurut kedokteran modern ini adalah lokasi dari kelenjar pineal yang berfungsi mengatur ritme tidur seseorang. Jadi secara tebak-tebakan MUNGKIN ada hubungannya dengan kemampuan meditasi seseorang. Dalam kondisi meditasi, dimana kita menjadi peka, banyak hal yang tadinya tidak bisa dirasakan menjadi bisa dirasakan. Thus tidak heran jika mempunyai arti penting dalam neidan / neigong.

Apakah ini mempunyai sifat supranatural / TIDAK BISA DIJELASKAN? Mungkin saja karena memang fungsi kelenjar pineal juga belum sepenuhnya dimengerti bahkan oleh kedokteran modern. Tetapi betulkan harus disebut supranatural? Sebaiknya sih jangan gegabah karena kita juga masih punya waktu yg cukup panjang untuk mengerti apa gunanya mata ketiga / kelenjar pineal. Yg jelas organ tersebut sendiri jelas nyata ada. Sedangkan kalo sepenuhnya supranatural seharusnya tidak perlu ada organnya… maksudnya bisa saja organnya adalah organ mistik… yang ditaroh di gunung dan laut nan jauh terpencil… yang tidak perlu penjelasan lebih lanjut

Soal istilah qi, ki, prana, cakra

Istilah ki (dari Jepang?) saya tidak tahu pasti apa yg dimaksud, jadi tidak tao apakah ini sama dengan qi. Tetapi dalam neidan yang dimaksud qi jelas adalah HANYA DAN HANYA electrochemical signal karena neidan jelas membedakan antara yi, qi, dan jing. Soal istilah cakra sudah dijelaskan, neidan membagi-bagi lagi cakra antara dantian dan NON-dantian (thus bisa lebih berguna dalam berlatih neigong). Semuanya sama-sama menghasilkan qi.

Prana? Tenaga prana? Saya tidak tao jelas. Tetapi klo yang dimaksud adalah men-tap energi dari luar, menurut neidan salah atau terjadi salah kaprah. Karena menurut neidan satu-satunya yang bisa ditap dari luar hanya qi. Dan qi bukanlah jin (power). Dalam neidan jelas yg disebut dan dipisahkan antara qi dan jin / power, dan power ya power, tidak dibagi-bagi antara tenaga luar dalam maupun prana. Power itu hasilnya jelas berupa panas atau ada ada musuh yang mental. Dan semua power pasti dihasilkan dari dalam tubuh. ( Tenaga dalam? Memangnya ada tenaga yang dihasilkan dari luar? Seharusnya tidak ada ya karena kita bukan TV atao oven listrik kan )

Lain-lain

apa itu “yi”… simply ini adalah otak dan segala atributnya (ukuran, fokus, kepekaan, inteligensi, etc). Yg bikin kita bisa mroses input dan menghasilkan output. Input output dlm bentuk apa? Qi. Gimana otak mroses qi? Dengan qi juga. Jadi berbeda dgn bagian tubuh yang lain, KHUSUS di otak, qi juga berfungsi sebagai power itu sendiri!

So apa yang terjadi jika yi mendapat tambahan qi? Proses yang lebih cepat. Jadi seperti processor di kompi kita, yi dgn tambahan qi ibaratnya seperti processor dengan hertz yang lebih tinggi. Kita mikir sekali, processor yg lebih cepat mikir dua kali. Jadi kita akan keliatan lelet he he

Trus gimana soal power yang dihasilkan dari neigong. Ini seperti membandingkan mesin yang disetel menggunakan bensin premium dan pertamax super. Kalah tarikan Bok! Kita ngembat setengah jalan, yang pake bensin pertamax super udah nyampe he he

Itu konsepnya.

Tapi pasti jiwa fighter gak akan terima pasti protes kenapa gak ada ahli neigong yang merajai pertarungan bebas??? Jawabannya adalah seperti kenapa gak ada pembalap Formula One yang turun di balapan liar. Jawabnya adalah F1 butuh biaya dan waktu persiapan yang lebih. Umur 20an kita bisa berantem dengan bagus, apalagi klo kita memang punya bakat tulang badak dan otot banteng. Neigong dan traditional CMA pada umumnya butuh kesabaran dan yes pemikiran yang lebih lebih dalam.

Halaaa kebanyakan teori pasti begitu kata kita. Memang betul, belajar teori nuklir gak akan bikin loe bisa menangin adu cepat cerdas tangkas fisika. Tetapi klo BERHASIL, bisa bikin bom atom yg sekali pencet jegler satu kota lenyap.

Ok ok ok klo begitu kenapa gak ada orang tua ahli neigong yang juara UFC?? Ato tinju kelas berat??? Bisa kaya banget tuh!! Memang kecil kemungkinannya karena memang ahli neigong umur 50 biar gimana akan sulit bersaing dengan anak muda yang bakatnya tulang badak otot banteng juara tinju ato UFC. Yes walopun bukan segala2nya, bakat does MATTER. Tidak peduli setinggi apapun qi nya, tetap ada keterbatasan metabolisme dan fisik tubuh yang gak bisa dilanggar.

Lho ngapain repot2 neigong klo gitu. That is Brada alasannya sama dengan kenapa Einstein jadi ahli fisika, bukan jadi orang paling kaya di dunia. Ada sebuah kenikmatan yang orang-orang bakatnya bukan menjadi Einstein

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: