Makna suatu “pelukan” (Bearhug)

(Copas)

Apa hubungan antara bear (beruang) dengan hug (pelukan)? Tentunya jika dalam kenyataan seseorang dipeluk oleh beruang, belum tentu ia akan tersenyum saat beruang memeluknya dan belum tentu juga ia akan dapat melihat matahari terbit-terbenam di keesokan harinya.

Mungkin juga kalimat tersebut merupakan suatu ungkapan yang menganalogikan pemberian pelukan yang erat sehingga diibaratkan seperti dipeluk oleh beruang yang dikenal memiliki rasa sayang yang besar, terutama pada keturunannya. Walau dengan tubuh besar dan terkesan berangasan tapi ia mampu berprilaku lembut dalam membesarkan sang anak. Tapi ada beberapa mamalia besar lainnya yang juga berprilaku seperti beruang, mengapa tidak gajah (elephanthug), singa (lionhug) dan lainnya?

Pada usia pertumbuhan dan perkembangan seorang anak akan menyukai berada didekat orang tua, tanpa disadari saat sedang bermain kita memberikan pelukan disaat sang anak membuat kita merasa tergelitik atas perilakunya yang lucu dan manja atau saat ia menangis lalu digendong sembari dengan memberikan pelukan untuk menenangkan sang anak.

Lantas, apa makna dari pelukan bagi sang anak?

Teori mengenai bearhug berasal dari Bonnie Hanshcu’s “Ready approach to Sensory Treatment”. Tujuan dari bearhug adalah untuk memberikan input “pressure-touch dan proprioseptif ringan yang bersifat menenangkan. Beliau melihat adanya permasalahan dalam meregister input proprioseptif pada anak yang hypervigilant (terlihat sangat berhati-hati dalam merespon sesuatu atau defensive) yang disebabkan oleh peningkatan reaksi kimia dalam tubuh. Dengan memberikan input “pressure-touch dan proprioseptif ringan mampu memodulasi reaksi tersebut.

Melakukan bearhug tidaklah rumit. Selama anak dapat bernafas dengan baik dan tidak menghambat persendian lainnya. Terdapat beberapa petunjuk tentang pengaplikasiannya; komponen proprioseptif yang dimaksud berada pada area iga tubuh (iga sternal, iga vertebral dan iga intervertebral. Pelukan dilakukan seakan-akan melindungi dada sang anak dengan mengatur besarnya tenaga yang disesuaikan dengan batas teloransi anak. Hubungan untuk dapat saling mempercayai (trusting relation) perlu dilakukan sebelum melakukan bearhug agar sang anak mengetahui yang akan dilakukan tidak memiliki potensi bahaya bagi dirinya.

Pada anak dengan level keaktifan yang cukup tinggi (hiperaktif), bearhug membantu sang anak untuk lebih terarah (organize). Keaktifan yang juga merupakan kompensasi akan kebutuhan input sensori proposeptif dan vestibular, saat kebutuhan tersebut terpenuhi anak akan lebih mampu untuk melakukan hal-hal tertentu dengan cukup baik tanpa terus melakukan eksplorasi yang berlebih pada lingkungan sekitar.

Mengingat keaktifan tersebut, sang anak tidak harus selalu duduk dengan manis dipangkuan sang orang tua saat melakukan bearhug. Ciptakan suatu lingkungan yang kondusif dan membangun hubungan saling mempercayai. Cara yang paling efektif yaitu saat sang anak sedang bermain, biarkan sang anak yang memimpin permainan. Sedangkan orang tua perlahan masuk secara perlahan dari yang hanya bersifat pasif saat menjaga agar anak tidak terjatuh atau potensi bahaya lainnya menjadi aktif-partisipatif dengan bermain bersama anak. Ex. Dalam ruangan seperti kamar tidur dan sedang bermain loncat-loncatan diatas kasur, ikuti permainan tersebut seakan ingin bermain bersama. Mungkin dapat diawali dengan memegang kedua tangan sang anak yakinkan bahwa kita tertarik untuk ingin ikut bermain dan saat anak mulai menerima kehadiran kita untuk bermain berikan variasi permainan dengan menggendong anak dan menjatuhkannya diatas batal atau kasur dalam hitungan ketiga. Disaat terjatuh lakukan bearhug dengan lama waktu yang dapat ditoleransi, perhatikan respon sang anak jika ia tertarik hal tersebut dapat diulangi kembali. Dan jika tidak cari alternatif lain yang mungkin menarik untuk dilakukan.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: