Sebuah Essay tentang Kung Fu – 14

(Copas)

Jing

Ntah kenapa kalau bicara neigong yang paling popular nomor satu selalu adalah “qi” dan yang kedua adalah “dantian” Padahal development qi dan dantian tidak akan efektif – dan bahkan mustahil tanpa jing (essence). Dan bahkan qi yang kuat hampir tidak ada gunanya jika tidak ada jing.

Jing sering diartikan sebagai : hormon, sperma, DNA, atau enzyme. Semuanya benar karena memang jing / essence dalam neigong berarti adalah itu semua. Intinya semua zat yang dihasilkan tubuh yang bisa mempengaruhi metabolisme disebut jing. “zat” ini maksudnya ada wujudnya. In contrast “qi” tidak berwujud karena ini adalah arus listrik. Oleh karenanya sering dikatakan “jing” adalah “qi” dalam wujud yang lebih padat atau lebih pasif. Sehingga tercetus juga istilah “konversi qi dari jing”. Dari keempat definisi mengenai jing hanyalah hormon yang paling menarik dalam diskusi mengenai neigong – karena hormon dihasilkan kelenjar, dan kelenjar bisa diatur oleh otak (dantian atas). Sedangkan yang lainnya seperti DNA adalah cetak biru kita – so nothing we can do about it. Sperma hanya merupakan salah satu hasil kerja dari hormon – dan tidak ada kaitan langsung dengan neigong. Sedangkan produksi enzyme – setahu saya juga tidak bisa dipengaruhi oleh otak (dantian atas) secara langsung – kecuali secara tidak langsung melalui produksi hormon. Jadi saya hanya akan fokus kepada hormon. Atau saya state sekalian yang dimaksud “jing” dalam neigong adalah hormon.

Qi hanyalah signal, BUKAN energi yang langsung digunakan oleh tubuh. Energi yang akhirnya digunakan oleh tubuh untuk bergerak adalah TETAP harus diambil dari darah dan jaringan tubuh terkait – salah satunya misalnya mengambil ATP (sumber energi universal mahluk hidup) dari otot. Thus tidak peduli seberapa kuat qi yang kita punya, TIDAK ADA artinya jika tidak disertai dengan peningkatan kekuatan tubuh fisik (struktur). Kecuali memang jika qi dialirkan ke otak (dantian atas) karena that’s all yang otak butuhkan untuk berpikir lebih terang. Oleh karenanya latihan neigong murni – tanpa disertai latihan fisik / MA – hanya bertujuan untuk “spiritual” development. Bahkan penggunaan qi yang tidak disertai peningkatan kekuatan fisik dan organ tubuh yang seimbang – bisa berbahaya. Seperti kita ketahui tubuh normalnya hanya menggunakan 30% dari kekuatan ototnya. Jika suddenly dengan qi yang kuat kita perintahkan tubuh untuk bergerak menggunakan 60% dari kekuatan otot – well sudden change seperti ini dapat merusak jaringan otot – dan yang paling berbahaya metabolisme tubuh menjadi kacau seperti tekanan darah mendadak meningkat jauh karena kebutuhan oksigen yang mendadak meningkat – yang bisa berakibat gagal jantung dan stroke. Very dangerous. Oleh karena inilah maka peran jing (hormon) dalam latihan neigong sangatlah penting – yaitu sedikitnya mempunyai dua fungsi utama sebagai berikut:

1. (pada saat berlatih neigong) Untuk membantu peningkatan kekuatan struktur tubuh dan organ-organ internal selaras dengan menguatnya qi kita.

2. (pada saat menggunakan qi di atas normal) Untuk menyeleraskan metabolisme tubuh mengikuti pengerahan qi di atas normal.

Apakah itu sebetulnya jing / hormon? Jing / hormon adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar tubuh, yang kemudian dialirkan ke seluruh bagian tubuh, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui darah. Setiap organ tubuh (termasuk kelenjar itu sendiri) akan bereaksi berbeda-beda tergantung dari fungsi setiap organ tubuh. Oleh karena itu hormon berfungsi sebagai “komando” ke seluruh tubuh untuk metabolisme yang saling menunjang. (Jika dianalogikan dengan bahasa pemrograman, hormon = global variable.) Misalnya pelepasan hormon adrenalin ke darah akan menyebabkan detak jantung meningkat, pupil mata membesar, aliran darah meningkat, otot membesar, daya reflex meningkat, indra perasa menjadi lebih peka, yang dengan kata lain adalah “command” ke seluruh tubuh untuk masuk ke dalam state “combat mode”. Yang paling penting adalah fakta kelenjar tubuh bisa diatur oleh otak. Karena kelenjar tubuh merupakan penghasil hormon, berarti kita bisa mengatur produksi hormon / jing.

Ada tujuh kelenjar penting di tubuh manusia yaitu:

1. Pineal gland : lokasinya di otak, menghasilkan hormon yang berfungsi untuk mengatur ritme tidur kita.

2. Pituitary gland : lokasinya di otak, menghasilkan hormon yang berfungsi untuk mengatur keberlangsungan metabolisme tubuh sesuai dengan perubahan lingkungan luar (human homeostasis – misalnya suhu tubuh meningkat jika cuaca menjadi lebih dingin).

3. Thyroid gland : lokasinya di bawah pita suara, menghasilkan hormon yang berfungsi untuk mengatur ritme metabolisme tubuh, supaya tidak terlalu cepat – tidak terlalu lambat. Metabolisme tubuh yang terlalu cepat membuat tubuh cepat capai, nafas tersengal-sengal, jantung berdebar-debar, dan badan menjadi kurus – tanpa kerja hasil yang sesuai – sehingga pada akhirnya hanya merusak tubuh.

4. Thymus : lokasinya di dada, menghasilkan hormon yang fungsinya adalah untuk mengatur kekebalan tubuh.

5. Adrenal gland : lokasinya di atas ginjal, menghasilkan hormon yang fungsinya adalah untuk mengatur stress level atau menset tubuh dalam kondisi “combat mode”.

6. Pancreas : lokasinya di organ pencernaan, menghasilkan hormon yang fungsinya adalah untuk membantu pencernaan makanan.

7. Ovary (untuk perempuan) / testes (untuk laki-laki) : lokasinya di rahim / di (you know-lah), menghasilkan hormon yang fungsinya adalah untuk menghasilkan sperma dan hormon sexual.

Hmmm mengenai kelenjar ini jika didetilkan lebih lanjut akan menjadi sangat amat rumit sekali. Misalnya kelenjar-kelenjar ini saling mempengaruhi, artinya hormon yang dilepas oleh satu kelenjar, bisa juga mentrigger kelenjar yang lain untuk melepas hormon yang lain, yang kemudian akan mempengaruhi metabolisme di organ tubuh, yang kemudian akhirnya mempengaruhi kerja otak, yang kemudian balik lagi mempengaruhi kelenjar-kelenjar, dan seterusnya, and so on. Hal penting yang harus diketahui adalah walaupun kelenjar-kelenjar ini mempunyai fungsi spesifik, tetapi dalam rangka berfungsi seperti yang dikehendaki, banyak metabolisme tubuh yang juga harus diadjust. Misalnya kelenjar testes (yang paling kita kenal baik ) yang berfungsi untuk menghasilkan hormon; untuk mencapai maksud dan tujuannya tersebut, somehow adik kita harus menegang, berarti somehow harus memperbesar aliran darah ke adik kita, yang somehow urat syaraf kita juga harus dibuat lebih sensitif untuk meningkatkan rangsangan dan menambah kenikmatan dalam berhubungan sex, and so on. Nah neigong banyak menggunakan “efek samping / penunjang” ini dalam berlatih. Misalnya aliran darah yang ke adik kita yang lebih besar, berarti dengan sendirinya memperbesar juga aliran darah organ pencernaan (tempat dari dantian tengah dan bawah), karena aliran darah ke adik kita pasti melewati organ pencernaan terlebih dahulu. Organ pencernaan dengan aliran darah yang lebih lancar – logikanya menjadi lebih sehat – sehingga misalnya latihan dantian bawah menjadi lebih efektif. Meningkatkan kenikmatan sex? Well indra perasa kita sih luasnya segitu-gitu saja, jadi yg ditingkatkan adalah SINYAL (ALIAS QI) yg dihasilkan oleh indra perasa tersebut. That is MORE QI! That is testis penting utk neigong. That’s why latihan neigong perlu istirahat sementara dari sex.

Well… “efek samping / penunjang” ini sebetulnya tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Dari sudut pandang neidan / neigong – karena melihat organ tubuh secara LIVE – berarti memandang keseluruhan proses (testes dan efek sampingan / penunjang) tersebut sebagai satu kesatuan. Sehingga neidan / neigong bisa melihat berbagai fungsi testes secara keseluruhan. Thus neidan / neigong bisa menggunakan kelenjar testes sebagai salah satu cara untuk meningkatkan qi tanpa harus terlalu bersusah payah mempelajari cara kerja testes dan segala hormon-nya yang amat sangat rumit. Jika diumpamakan dengan mobil, orang neidan / neigong memahami mobil dengan langsung mempelajari gas, rem, stir, dan langsung mengendarainya – langsung melaju mencapai tempat tujuan. Sedangkan kedokteran modern mempelajari mobil mulai dari detil-detil skrup, baut, onderdil, dan lain sebagainya sampai lengkap setiap jengkal mobil dipelajari, baru mengendarainya. Masing-masing cara ada kelebihan dan kekurangannya. Tetapi dalam kasus ini cara neidan / neigong jelas lebih efektif.

Peran dari jing / hormon ini dimulai dari setelah kita mempunyai qi yang cukup. (Tentu saja, jika qi kita masih biasa-biasa saja, tidak perlu repot-repot karena dijamin tidak akan ada sudden change di tubuh.) Jadi setelah qi kita cukup, bisa saja kita lanjut berlatih terus menguatkan qi, tetapi cara ini dipandang kurang efektif. Oleh karena itu setelah kita mempunyai cukup qi, dimulailah memanfaatkan kelenjar-kelenjar untuk mengaktifkan hormon-hormon yang membantu meng-adjust metabolisme tubuh sesuai tujuan kita. Disamping itu organ-organ kita juga perlu mulai dibiasakan dengan qi yang lebih besar. Inilah yang dalam bahasa neidan / neigong disebut “meng-konversi jing menjadi qi”.

Penggunaan hormon dari testes seperti cara di atas merupakan salah satu kunci latihan neigong yang efektif. Contoh lain lagi misalnya thyroid gland dan adrenal gland yang mempunyai efek langsung terhadap metabolisme tubuh pasti bermanfaat dalam menghasilkan / mengatur energi yang diperlukan dalam berlatih. Pineal glan yang mengatur ritme tidur pasti ada hubungannya dengan kemampuan meditasi kita. Pituitary gland yang bertanggung jawab terhadap human homeostasis pasti berguna untuk menyimpan qi ke dantian bawah. Termasuk KOMBINASI penggunaan kelenjar-kelenjar secara berganti-ganti. Secara keseluruhan kapan kita melatih qi, dantian, dan kapan menggunakan kelenjar-kelenjar secara berganti-ganti inilah yang perlu diatur dan diamati terus menerus sehingga didapat hasil yang paling maksimum. In fact pencarian terhadap cara yang paling efektif inilah yang menghasilkan berbagai macam aliran neigong.

IMHO inilah jing.

SULIT memahaminya.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: