Sebuah Essay tentang Kung Fu – 13

(Copas)

Dantian

Dantian mempunyai fungsi yang sangat penting dalam neigong – dan bahkan tenaga di atas rata-rata yang sering kita sebut sebagai tenaga dalam tidak akan ada jika kita tidak mempunyai dantian yang cukup “mantab”. Tetapi tunggu dulu… kenapa masih perlu dantian? Jika qi adalah sinyal yang dihasilkan oleh otak, BUKANKAH dengan konsentrasi yang sangat tinggi, sehingga dihasilkan sinyal yang lebih kuat, seharusnya sudah cukup untuk menghasilkan tenaga di atas rata-rata? Memang bisa seperti itu, tetapi ternyata science neidan dalam perkembangannya menemukan ada bagian-bagian tubuh tertentu yang bisa berfungsi untuk menyimpan qi, yang mana qi ini bisa digunakan untuk memperkuat qi yang dihasilkan oleh otak. Jadi analoginya dantian bisa berfungsi seperti “amplifier” yang memperkuat qi / sinyal yang dihasilkan oleh otak. Mau dipakai boleh, mau tidak dipakai tentu juga boleh. Tetapi kalau ada bagian tubuh yang ternyata bisa dimanfaatkan untuk memperkuat qi / sinyal yang dihasilkan oleh otak – tentu akan jauh lebih menguntungkan bukan. Istilahnya kita mempunyai “ruang gerak” lebih.

Seperti halnya mengenai qi, pandangan yang sering salah kaprah mengenai dantian adalah dianggap sebagai penyimpan energi yang digunakan secara langsung oleh tubuh itu sendiri. Pengertian yang salah ini yang menyebabkan beberapa kebingungan. Salah satu kebingungan ini misalnya adalah : jika dantian bisa menyimpan energi sedemikian besar – misalnya energi yang diperlukan untuk mengangkat mobil, BAGAIMANA CARANYA listrik (atau apapun bentuk energinya) tersebut bisa dialirkan melalui urat syaraf tubuh… TANPA menyebabkan kerusakan di urat syaraf tersebut. Perlu diketahui bahwa urat syaraf kita hanya didesain utk mengalirkan electrochemical signal dengan intensitas yang relatif sangat kecil. Akan tetapi sekarang kita sudah mengerti bahwa qi adalah sinyal, dan walaupun qi / sinyal ini yang mentrigger produksi energi di tubuh kita, tetapi bukanlah energi itu sendiri. Oleh karena itu intensitasnya sangat kecil dan dengan aman bisa dialirkan di urat syaraf kita. Jadi kita bisa simpulkan bahwa dantian adalah : tempat menyimpan qi / electrochemical signal (BUKAN energi tubuh secara langsung). Dan memang demikian karena klasik juga selalu mengajarkan “qi turun ke dantian”, BUKAN “jin (energi / power) turun ke dantian”.

Ada pandangan yang mengatakan bahwa seluruh tubuh manusia pada dasarnya bisa berfungsi sebagai dantian. Atau pada dasarnya seluruh tubuh manusia adalah satu dantian besar – oleh karenanya semakin tinggi neigongnya semakin banyak / besar dantian-nya. Akan tetapi saya sekarang lebih cenderung menganggap pandangan ini kurang tepat. Kenapa? Karena dantian yang dimaksud dalam neigong jelas harus mempunyai dua fungsi sekaligus yaitu (otherwise dantian tersebut tidak ada gunanya):

1. Bisa berfungsi untuk menyimpan qi / sinyal listrik.

2. HARUS bisa berfungsi mentrigger “perintah” mengalirkan qi / sinyal listrik tersebut.

Memang in theory seluruh tubuh manusia bisa mempunyai sifat bisa menyimpan listrik (thus memenuhi fungsi nomor satu). Tetapi dari kedokteran modern, dan juga dari klasik, hanya tiga bagian dari keseluruhan organ tubuh manusia yang bisa memenuhi fungsi kedua (yaitu mentrigger “perintah” mengalirkan untuk mengalirkan qi), yaitu yang kita kenal sebagai : shang dantian (dantian atas), zhong dantian (dantian tengah), dan xia dantian (dantian bawah). Di bagian atas artikel telah dimention sedikit bahwa kalau kita amati teori neidan akan ditemukan banyak korelasi yang menakjubkan dengan tata letak organ tubuh manusia seperti yang digambarkan di kedokteran modern – sehingga tidak bisa dibilang hanya “kebetulan”. Nah dantian inilah salah satu contohnya yang menakjubkan. Tetapi sebelumnya mari kita bahas sedikit mengenai sistem urat syaraf tubuh manusia.

(Pehamaman mengenai urat syaraf tubuh nanti juga penting pada saat kita membahas delapan meridian aneh (Ba Mai) dan dua belas meridian utama + sub-meridian-nya (jingluo).)

Sistem urat syaraf tubuh adalah seperti rangkaian listrik untuk mengalirkan qi / sinyal ke seluruh bagian tubuh. Sistem urat syaraf mempunyai control center yang disebut CNS (Central Nervous System) yang terdiri dari otak dan urat syaraf tulang belakang. CNS basically adalah otak kita. Dari sinilah segala perintah terhadap seluruh organ tubuh berasal, dan segala input dari seluruh indra perasa kita diproses. CNS tidak terhubung langsung ke seluruh bagian tubuh, tetapi melalui kumpulan urat syaraf yang disebut Peripheral Nervous System (PNS). (CNS dan PNS kalau dalam dunia komputer / laptop adalah seperti pasangan processor dan motherboard.) PNS terbagi dua menjadi yang disebut Sensory Division (SD) dan Motor Division (MD). SD berfungsi meneruskan qi / sinyal dari indra perasa tubuh ke CNS, dan MD berfungsi meneruskan perintah dari qi / sinyal ke seluruh bagian tubuh. MD dibagi lagi menjadi Somatic Nervous System (SNS) dan Autonomic Nervous System (ANS). SNS adalah kumpulan urat syaraf yang hanya bisa bergerak berdasarkan perintah yang diberikan secara sadar oleh CNS (yang dalam pelajaran biologi SMP dikenal sebagai otot sadar). ANS adalah kumpulan urat syaraf yang bisa bekerja tanpa secara perintah dari CNS secara sadar (yang dalam pelajaran biologi SMP dikenal sebagai otot TIDAK sadar). ANS dibagi lagi menjadi Sympathetic Division dan Parasympathetic Division. Sympathetic Division berfungsi untuk meningkatkan state tubuh ke dalam kondisi “alert” (fight or flight). Parasympathetic Division berfungsi utk menurunkan state tubuh ke dalam kondisi “istirahat”. Jadi ANS inilah yang berfungsi memaintain fungsi tubuh secara otomatis supaya sebisa mungkin selalu dalam kondisi yang disebut “human homeostasis”. Atau dalam bahasa TCM (Traditional Chinese Medicine) disebut yin dan yang dalam kondisi balance. ANS melalui Sympathetic Division dan Parasympathetic Division (keduanya sekaligus) terhubung ke satu sistem urat syaraf lagi yang sangat penting yaitu : Enteric Nervous System (ENS). ENS adalah sistem urat syaraf tubuh yang mengkoordinasi seluruh organ pencernaan kita.

Dantian atas dari lokasinya jelas adalah otak (CNS). Otak sudah tidak diragukan bisa mentrigger perintah qi / sinyal – seharusnya jelas karena kita tahu kita bisa bergerak adalah karena otak memberikan perintah / sinyal yang diteruskan melalui urat syaraf tulang belakang. Dan jelas jika somehow urat syaraf tulang belakang kita rusak, kita bisa menjadi lumpuh total. Tugas dari otak adalah memproses sinyal dari indra perasa dan organ internal yang masuk ke otak melalui sistem urat syaraf SD (Sensory Division) untuk kemudian diproses dan memberikan respon berupa sinyal yang mengkoordinasi body mechanic dan seluruh organ internal kita melalui sistem urat syaraf MD (Motor Division). Rangkaian proses inilah yang disebut sebagai proses berpikir. Bagaimana kita bisa berpikir masih merupakan misteri besar. Yang kedokteran modern baru mengetahui adalah CNS terdiri dari sel-sel yang mempunyai kemampuan memproses informasi dan memberikan respon balik. CNS terdiri dari seratus milyar neuron. Antara satu neuron dengan neuron lainnya dihubungkan melalui semacam “socket / colokan” yang disebut sypnatic yang memungkinkan neuron berinteraksi dengan neuron lainnya. Untuk setiap pasang neuron dihubungkan melalui sepuluh ribu sypnatic. Jumlah kombinasi interaksi antara neuron yang luar biasa inilah yang “ditebak” oleh kedokteran modern ada hubungannya dengan proses berpikir dan… sehingga bisa menjangkau / memberikan perintah ke setiap otot dan organ tubuh secara SANGAT spesifik. Karena CNS merupakan control center dari koordinasi seluruh bagian tubuh – thus sangat-sangatlah penting dan vital – agak sulit dibayangkan JIKA CNS TIDAK MEMPUNYAI CADANGAN SUMBER ENERGI SENDIRI YANG BISA DIGUNAKAN SECARA INSTAN. Sumber energi dasar sudah pasti dihasilkan dari proses metabolisme, tetapi proses ini memakan waktu lama sampai menjadi energi siap pakai, sehingga jelas tidak cukup cepat untuk mensupply keperluan energi otak (note : BUKAN tidak cukup besar). Logikanya jika metabolisme badan terganggu, CNS seharusnya memberikan sinyal-sinyal untuk memperbaikinya. Jika CNS tidak mempunyai cadangan energi sendiri – tentu respon-respon ini tidak akan bekerja – dan most likely tubuh tidak akan bisa survive seperti sekarang. Jadi walaupun seluruh tubuh manusia in theory capable menyimpan listrik, tetapi TIDAK sekritikal yang diperlukan oleh otak / CNS – thus tidak mengherankan jika ntah bagaimana caranya (saya masih menghindari spekulasi teori otak adalah rangkaian menyerupai baterai) otak mempunyai kapabiliti menyimpan cadangan energi lebih sophistacted untuk keperluan proses berpikir. Tidak heran neidan / neigong menyatakan pentingnya fungsi dantian atas. Inilah dantian atas.

Kedua dantian tengah dan dantian bawah lokasinya ada di organ pencernaan kita. Thus seharusnya merupakan bagian dari organ pencernaan. Urat syaraf yang mengontrol organ pencernaan, yaitu yang disebut sebagai ENS (Enteric Nervous System – lihat penjelasan mengenai urat syaraf tubuh di atas), oleh kedoteran modern dijuluki sebagai “second brain”. Kenapa begitu? Walaupun ENS terhubung ke otak / CNS / dantian atas thus bisa dipengaruhi / dikoordinasi oleh otak, TETAPI ENS tetap bisa berfungsi dengan baik walaupun misalnya jalur urat syaraf antara ENS dan CNS (misalnya vagus nerve) terputus. Dan memang ENS mempunyai jaringan urat syaraf yang sangat menyerupai otak / CNS sehingga capable memproses informasi atau berpikir. Ini menunjukkan ENS, seperti halnya otak / CNS / dantian atas, JUGA BISA mentrigger sinyal-sinyal (qi) yang mengkoordinasi organ pencernaan secara autonomus (independen) dari otak / CNS. Dengan kata lain memenuhi syarat kedua dari fungsi dantian. Dan so far kedokteran modern baru menemukan satu “second brain” – yang somehow “kebetulan” menurut teori neidan merupakan lokasi dari dantian tengah dan bawah. Mantaab.

Latihan neigong dimulai dengan meditasi – yang dikatakan untuk mengumpulkan qi. Well sebenarnya tidak terlalu tepat seperti itu… karena seperti kita ketahui, pada hakikatnya seluruh tubuh manusia memang secara kontinu menghasilkan qi sehingga seluruh tubuh manusia secara natural SUDAH dipenuhi oleh qi. Baik qi yang digenerate oleh indra perasa dan organ internal, dan qi yang digenerate oleh CNS / otak / dantian atas sebagai respon. Sudah dijelaskan di atas bahwa otak bisa mengarahkan dan mengatur kuat lemahnya qi / sinyal ke seluruh bagian tubuh. Satu hal yang pasti adalah kita tidak bisa memukul dengan kekuatan yang maksimum tanpa fokus. Kita tidak bisa berpikir dengan clear jika sambil menonton TV. Ini menunjukkan untuk mendapatkan qi / sinyal dengan intensitas yang lebih tinggi, dibutuhkan fokus – inilah exactly yang didapat jika kita melakukan meditasi dalam neigong. Seluruh sinyal yang capable dihasilkan oleh otak sebisa mungkin seluruhnya difokuskan ke satu titik, sehingga titik tersebut akan menerima qi / electrochemical signal dengan intensitas tertinggi. Jadi meditasi BUKAN untuk mengumpulkan qi, melainkan utk memfokuskan qi.

Difokuskan kemana? Semua klasik mengatakan difokuskan ke dantian bawah. Untuk apa? Untuk disimpan. Apakah betul bisa disimpan?? Secara neidan jelas klaim dari para praktisi neigong yang respectable menyatakan dantian bawah adalah tempat penyimpanan qi (dan qi = electrochemical signal / listrik) Secara kedokteran modern? Well bukti secara menyeluruh jelas belum ada, tetapi perhatikan penjelasan lebih detil mengenai ENS (Enteric Nervous System). ENS seperti kita ketahui adalah sistem urat syaraf yang berfungsi mengkoordinasi organ pencernaan, yang bahkan bisa berfungsi tanpa campur tangan dari CNS. (Thus penjelasannya kurang lebih sama dengan penjelasan mengenai otak / CNS di bagian atas artikel.) Oleh karena itu seperti halnya CNS, ENS mempunyai sensory division dan motor division (seperti halnya CNS). Sensory division menerima input berupa status mekanik dan kimiawi dari organ pencernaan. Respon ini tentu berupa electrochemical signal (atau qi) yang kemudian diproses oleh ENS melalui interaksi antara neuron-neuronnya. Respon inilah yang kemudian diteruskan melalu motor division ke otot-otot mekanik organ pencernaan dan organ penghasil enzyme pencernaan. Seperti halnya dengan case CNS, sulit dibayangkan ENS bisa berfungsi dengan baik, jika masih harus menunggu sumber energi dari metabolisme tubuh, padahal ENS sendirilah yang harus mengkoordinasikan awal mula dari proses metabolisme tubuh tersebut. Walaupun banyak buku-buku yang berspekulasi mengatakan bahwa yang disebut dantian bawah ini adalah small intestine dan large intestine, pendapat saya pribadi saat ini adalah ENS pasti dan PERLU mempunyai kemampuan seperti baterai sebagai sumber energi cadangan proses “berpikir”, tetapi BELUM TENTU itu adalah small intestine dan large intestine. Kenapa? Simply karena konstruksi dari small intestine dan large intestine tidak sesuai dengan statement mengenai dantian bawah dari ahli neigong yang saya pandang respectable ( you know who Bagaimana statement-nya? Sorry masih rahasia dunk ). Inilah dantian bawah.

Tubuh biologis mempunyai kemampuan untuk beradaptasi / berkembang terhadap rangsangan yang terus menerus diberikan kepadanya. Misalnya otot kita akan semakin membesar, dan tentu saja akan bertambah kuat, jika terus menerus kita latih dengan beban yang semakin hari semakin berat. Demikian juga karena dantian bawah yang notabene juga merupakan tubuh biologi, inputan terus menerus berupa electrochemical signal / qi dengan intensitas yang lebih tinggi dari biasanya – qi yang difokuskan oleh otak pada saat meditasi – akan membesar dalam arti mempunyuai kapasitas menyimpan qi yang semakin besar. Dengan kapasitas penyimpanan qi yang semakin besar, tentu pada satu waktu bisa menghasilkan qi / sinyal yang lebih besar pula. Qi / sinyal yang lebih besar inilah yang berfungsi sebagai amplifier dari qi / sinyal yang dihasilkan oleh otak / CNS / dantian atas. Seperti kita ketahui besar kecilnya qi / sinyal yang dihasilkan merupakan sinyal terhadap otot untuk berkontraksi dengan lebih kuat, atau sinyal terhadap kelenjar untuk menghasilkan hormon lebih banyak.

Satu hal lagi yang menarik mengenai dantian bawah adalah karena bisa menyimpan qi, tentu qi-nya bisa habis juga. Tetapi sifatnya seharusnya seperti baterai HP yang bisa di-recharge. Artinya dantian bawah bisa kehabisan qi, tetapi dengan istirahat qi-qi selanjutnya yang bersliweran akan ditangkap dan disimpan sebanyak kapasitas dari dantian bawah, untuk keperluan penggunaan selanjutnya. Seperti me-recharge baterai HP.

Qi yang lebih besar ini yang jika dialirkan ke otak akan memperkuat qi / sinyal yang digunakan oleh otak untuk melakukan proses berpikir / memberikan respon balik; yang berarti mengamplify kemampuan otak untuk:

1. Memproses sinyal-sinyal dari indra perasa – sehingga sinyal-sinyal yang tadinya tidak bisa dirasakan (karena terlalu lemah) bisa dirasakan. BUKAN karena indranya yang berubah menjadi semakin tajam, tetapi karena sinyal-sinyal (qi) yang dihasilkan oleh indra perasa tersebut di-amplify dengan qi yang dihasilkan dari dantian bawah. Contoh misalnya adalah : mata semakin terang, kuping semakin tajam, bisa merasakan medan magnet dari orang lain, dan lain-lain. Atau sering dikatakan mata ketiganya telah terbuka.

2. Meningkatkan kemampuan berpikir. Tentu pernah merasakan bedanya antara berpikir pada saat malam hari setelah badan sudah lelah dibandingkan berpikir pada pagi hari di saat badan masih segar. Kira-kira begitu peningkatannya. Ini dikatakan kita mendapatkan enlightenment / illumination / pencerahan. Dengan kata lain otak menjadi lebih cemerlang – masalah yang tadinya susah dimengerti menjadi jelas. Bahkan mungkin bisa menjadi seperti Einstein ya

3. Selanjutnya karena tambahan qi ke otak, otak selanjutnya bisa memperbesas intensitas qi yang difokuskan ke dantian bawah, sehingga latihan dantian bawah menjadi lebih efektif lagi, dan demikian seterusnya.

Inilah fungsi utama dari dantian bawah : sebagai amplifier dari qi yang dihasilkan oleh otak / CNS / dantian atas.

Bagaimana dengan dantian tengah? Klasik menunjukkan lokasi dari dantian tengah jelas somewhere di organ pencernaan, dan menurut kedokteran modern seharusnya merupakan bagian dari ENS, karena hanya ENS-lah, selain otak / CNS, yang mempunyai capability mentrigger sinyal-sinyal listrik (qi). Klasik mengatakan dantian tengah berfungsi menghasilkan “yang” qi – yaitu qi yang dihasilkan oleh organ internal tubuh yang bersifat “yang”. Notabene organ “yang” ini adalah organ pencernaan yang terdiri dari : gall bladder, small intestine, large intestine, stomach, dan bladder. (Just info tambahan : memang kedokteran modern, dengan peralatan yang jauh lebih sophisticated, membagi organ pencernaan menjadi lebih detil lagi – tetapi belum terlalu relevan untuk dibahas saat ini.) Klasik mengatakan juga yang-qi ini adalah qi yang “kurang baik” karena bisa menyebabkan tubuh menjadi “agresif” atau bersifat terlalu “yang” / “fire”. Sehingga harus ditampung dulu di dantian bawah menjadi yin-qi / water-qi. Masalahnya penjelasan ini kurang detil untuk bisa memahami dantian tengah – misalnya apa itu definisi pasti dari qi yang “yin”, “yang”, “kurang baik”, dan “agresif”. Memang tidak masalah untuk neidan / neigong karena kita orang adalah orang-orang yang menjunjung tinggi asas “perasaan” – yang penting “kira-kira” kita ngerti gitu lho (Memang penjabaran seperti inilah yang menyebabkan kenapa neidan / neigong susah diterima oleh kedokteran modern – simply karena kurang spesifik dan banyak istilah yang sangat tergantung konteksnya sehingga bolak-balik mengacu ke istilah yang itu-itu juga seperti : yin, yang, lima unsur – api, air, kayu, emas / logam, tanah, dll.) So lets make it more detail.

Qi tidak lain adalah sinyal listrik. Jika sinyal listrik, kenapa bisa ada sinyal listrik yang dikatakan kurang baik dan yang baik? Well, sinyal listrik yang kita bahas sejauh ini mempunyai besaran “arah arus” dan “intensitas”, tetapi sinyal listrik mempunyai satu besaran lagi yaitu fluktuasi sinyal listrik. Seperti kita ketahui “fluktuasi” sinyal listrik (atau dalam bahasa science modern disebut delta arus) meningkatkan tegangan (voltage) listrik – seperti kita ketahui sinyal listrik yang berfluktuasi bisa menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronis. Dalam melakukan proses pencernaan, dan karena makanan yang kita makan sangat bervariasi, bisa dibayangkan sinyal listrik yang dihasilkan ENS tentu ber-“sliweran” dan berfluktuatif dalam rangka meng-koordinasi organ pencernaan supaya memberikan respon yang sesuai. Fluktuasi sinyal listrik / qi ini jika langsung diarahkan ke otak atau organ-organ tubuh lain tentu akan berbahaya karena tegangan listrik yang dihasilkan bisa memberikan tegangan listrik yang tidak cocok dengan otak maupun organ-organ lain. Oleh karena itu perlu ditampung terlebih dahulu di dantian bawah yang berfungsi seperti “baterai”, baru setelah itu bisa dialirkan kembali secara stabil / tanpa fluktuasi sehingga aman untuk otak dan organ-organ lain. Ini seperti misalnya listrik dari PLTA, dimana turbin adalah “organ pencernaan” yang “mencerna” sumber energi berupa aliran air, dan kemudian disimpan terlebih / distabilkan terlebih dahulu, sebelum dialirkan ke rumah-rumah. Dimana tepatnya lokasi dantian tengah? Jika model saya tepat, berdasarkan karakteristik dari qi yang dihasilkan (yaitu yang-qi atau sinyal listrik yang fluktuatif), maka dugaannya adalah : seluruh ENS adalah dantian tengah.

IMHO inilah dantian.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: