Sebuah Essay tentang Kung Fu – 12

(Copas)

Qi (dalam neigong / neidan)

Qi adalah sesuatu yang sangat penting dalam ilmu neigong / neidan. Bahkan tanpa qi hakikatnya ilmu neigong / neidan tidak mungkin ada. Jadi untuk memahami neigong / neidan, kita harus memahami qi terlebih dahulu, bukan qi dalam artian yang abstrak, tetapi qi dalam arti yang spesifik.

Definisi paling umum mengenai qi adalah : qi = energi yang dimiliki oleh setiap mahluk hidup / alam semesta. Ini ada betulnya, tetapi dalam mempelajari neigong, justru statement yang abstrak inilah yang menyebabkan kesalah-pahaman selama ini. Qi memang mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan energi yang dihasilkan tubuh, bahkan qi itu sendiri juga merupakan energi, tetapi energi dari qi sendiri sangatlah kecil intesitasnya, dan BUKAN sumber energi tubuh secara langsung. Jadi apakah qi itu sendiri? Qi = electrochemical signal dari tubuh. Ada banyak usulan mengenai qi yang tidak akan saya bahas satu per satu, singkatnya definisi qi seperti inilah yang so far menurut saya paling konsisten dengan penjelasan yang diberikan dalam ilmu neidan dan teknik-teknik legendaris yang digunakan dalam berlatih ilmu neigong.

Apakah itu electrochemical signal ini? Ini adalah sinyal yang dikeluarkan oleh otak untuk mengatur organ-organ tubuh kita, atau sebaliknya sinyal yang dihasilkan oleh indra perasa dan organ internal kita yang kemudian dikirim ke otak kita. Ini adalah listrik yang dihasilkan melalui mekanisme pertukaran ion-ion dalam reaksi kimia antar sel-sel tubuh. (Pastinya rumit deh, bagi yang tertarik silahkan diwiking/googling sendiri.) Singkatnya seluruh tubuh kita dikoordinasi oleh otak melalui electrochemical signal, oleh karenanya seluruh tubuh kita dipenuhi oleh electrochemical signal. Seperti halnya dikatakan qi ada di seluruh tubuh mahluk hidup. Ini bukan science abal-abal, standar dari dunia kedokteran, disederhanakan, dan dicopy-paste ke artikel ini apa adanya. Tetapi PLEASE STOP, jangan berfantasi terlalu jauh dengan perhitungan energi yang tidak jelas juntrungannya, stop juga fantasi tidak keru-keruan mengenai peningkatan efektifitas sel-sel tubuh melalui latihan-latihan yang tidak jelas tujuannya, alias ngaco-belo – karena kedokteran modern sendiri masih jauh dari memahami cara kerja otak yang seutuhnya.

Electrochemical ini sifatnya hanya (ugh) ya sinyal, sehingga SANGATLAH lemah. Lho? Qi sangat lemah? Yes, karena qi hanyalah sinyal. Dan memang bahkan klasikpun juga menyatakan demikian. Ingat pameo “qi mengarahkan / lead jin (power)”. Jadi secara luar biasa, klasik sudah jelas-jelas membedakan antara sinyal dan power itu sendiri. Justru kitanya sendiri yang terlalu bebal dan tenggelam dalam fantasi sendiri sehingga timbul segala kerumitan tidak perlu.

Dari statement di atas dinyatakan qi dalam neigong, adalah sinyal. Sinyal ini adalah sinyal yang dihasilkan oleh otak untuk misalnya menggerakkan tangan kita. Untuk lebih memperjelas masalah sinyal ini, contoh lainnya adalah seperti halnya sinyal yang dikirim oleh remote TV kita ke TV untuk menghidupkan, mengoffkan-nya, mengecilkan dan membesarkan suara, memilih channel, menset terang-gelapnya layar, dan lain-lain, tetapi energi yang digunakan oleh TV adalah JELAS dari colokan listrik, bukan dari sinyal yang dikeluarkan remove TV tersebut. (Please note : sinyal remove TV adalah contoh mengenai sinyal – that’s it, sinyal remote TV bukanlah qi, dan tidak ada hubungannya dengan qi, ini hanya contoh mengenai sinyal.) Contoh lain adalah analogi klasik mengenai sinyal adalah seorang jendral yang memerintahkan pergerakan pasukannya dengan sinyal-sinyal kibaran bendera perang. Tetapi tenaga yang digunakan oleh pasukannya jelas bukan berasal dari sinyal-sinyal kibaran bendera perang tersebut.

Okay… tetapi apakah ada sedikit fakta yang lebih modern atas klaim ini? Ada. Tentu pernah dengar bahwa berlatih neigong sangat memperhatikan jam-jam tertentu untuk bermeditasi, hari-hari tertentu, bulan-bulan kalendar tertentu, menghadap arah-arah tertentu? Yang tentu dengan mudah bisa ditebak ada kaitannya dengan siklus metabolisme tubuh manusia dalam kaitannya dengan medan magnet bumi yang dipengaruhi oleh jarak / revolusi bumi mengitari matahari, posisi / rotasi bumi, dan jarak / revolusi bulan mengitari bumi. Pernah mendengar latihan neigong yang men-tap “energi” bulan? Yang “ngelmu” seharusnya pernah mendengar ini. Medan magnet??? Lho katanya jangan berfantasi yang bukan-bukan?? Betul – dan ini bukan fantasi. Yang berfantasi adalah jika menganggap bulan sebagai sumber “energi” secara langsung! ( Apa dianggapnya bulan adalah seperti power plant tenaga listrik yg tinggal dicolok nyala?? )Betul matahari dan bulan mempunyai pengaruh ke tubuh tetapi BUKAN dalam bentuk energi secara langsung – energi ini terlalu kecil kuantitasnya – karena jika efeknya besar bisa dengan mudah diperhatikan dengan mata telanjang. Misalnya jika pagi hari kita bisa hanya loncat setinggi satu meter – tetapi pada malam hari kita bisa loncat setinggi dua meter. Kenyataannya tidak begitu bukan. Dan kita juga tidak pernah mendengar pembangkit listrik tenaga magnet bumi (PLTMB ) atau pembangkit listrik tenaga bulan (PLTB ) bukan? Jadi jelas medan magnet ini terlalu kecil untuk dijadikan sumber energi tubuh secara langsung, tetapi jika bicara “sinyal”, karena qi memang HANYA sinyal, well ini CUKUP BESAR impactnya. Semoga cukup jelas mengenai qi = sinyal YANG INTENSITASNYA SANGAT SANGAT SANGAT LEMAH.

Kalau misalnya kita menggerakkan tangan (atau anggota tubuh yang lain), secara sederhana ada dua parameter yang harus diterima oleh tangan yaitu satu : kuat lemahnya / cepat lambatnya gerakan tangan, dan yang kedua adalah : arah gerakan tangan. Untuk yang pertama diatur oleh kuat lemahnya sinyal. Yang kedua adalah diatur oleh sinyal tersebut diterima oleh bagian otot yang mana. (Khusus yang kedua sebetulnya tidak sesimple yang kita bayangkan, ini ada kaitannya dengan muscle memory. Kalau didetilkan, otak sebetulnya mengirim sinyal ke beberapa bagian otot secara sekaligus secara terkoordinasi, yang mekanismenya jelas sangat rumit, tetapi di pikiran kita simple – hanya “gerakkan tangan ke kanan” that’s it – karena kombinasi koordinasi sinyal yang rumit tersebut tersebut sudah terekam oleh muscle memory kita, sehingga otak tinggal “trigger” memory tersebut, selebihnya berjalan secara otomatis di bawah alam sadar kita.) Kemampuan otak mengontrol dua hal ini (kuat lemahnya gerakan tangan dan arah gerakan tangan), merupakan fakta yang sangat penting, karena sedikitnya menunjukkan dua hal:

1. Besar kecilnya tenaga yang bisa diatur oleh otak menunjukkan kuat lemahnya qi / sinyal bisa diatur oleh otak.

2. Arah gerakan tangan yang bisa diatur oleh otak menunjukkan otak bisa mengirim qi / sinyal ke titik tertentu dari tubuh kita.

Please note : kedokteran modern / dan kita orang awam pada umumnya tahu bahwa medianya adalah JELAS melalui urat syaraf tubuh, tetapi bagaimana otak bisa mentrigger sinyal-sinyal electrochemical (qi) tersebut secara tepat, presisi, dan terkoordinasi dengan sangat baik, masih merupakan misteri besar.

Ok kelihatannya so far cukup pas, tetapi kalau hanya seperti yang diceritakan di atas, bukankah ini hanya hal biasa? Yup betul untuk itu kita perlu membahas organ tubuh lain yang maha penting yang JUGA bisa diatur secara langsung oleh otak, yaitu KELENJAR TUBUH (English : gland). Ini sangat penting karena pada hakekatnya dari kemampuan otak mengontrol kelenjar tubuh inilah bisa dihasilkan kekuatan jauh yang jauh di atas rata-rata, yang disebut sebagai… apalagi kalau bukan tenaga dalam yang amat sangat sangat legendaris di dunia persilatan kita

Kelenjar tubuh mempunyai fungsi mengatur metabolisme tubuh. Dan otak bisa mengatur kelenjar tubuh secara langsung, yaitu melalui electrochemical signal (qi) tersebut, seperti halnya memberi perintah kepada tangan. Kelenjar tubuh dan otak merupakan sebuah mekanisme loop-back yang sangat rumit. Secara sederhana bisa digambarkan sebagi berikut : output dari otak dalam bentuk electrochemical signal / qi tersebut menjadi input yang mempengaruhi kelenjar. Sebagai respon kelenjar menghasilkan hormon dengan kadar tertentu, hormon ini melalui aliran darah mempengaruhi organ-organ tubuh, dan juga kelenjar-kelenjar yang lain – baik kelenjar yang terhubung langsung – maupun kelenjar yang terhubung melalui aliran darah. Respon dari organ-organ tubuh inilah yang akhirnya mempengaruhi metabolisme tubuh, dan karena ditrigger oleh hormon yang sama, memungkinkan organ-organ tubuh itu memberikan respon yang berbeda-beda tetapi terkoordinasi dengan baik. Hormon ini juga akhirnya menjadi input balik ke otak kita dalam bentuk peningkatan konsentrasi, atau sebaliknya, yang akhirnya kembali lagi mempengaruhi kualitas electrochemical signal yang dihasilkan otak, dan seterusnya, secara kontinu.

Kegunaan dari mekanisme loop-back ini sedikitnya ada dua:

1. Supaya tubuh bisa menyesuaikan dengan perubahan lingkungan sehingga metabolisme tubuh yang vital sebisa mungkin tetap berjalan tidak terganggu. Misalnya dalam suhu yang dingin tubuh membakar kalori lebih banyak supaya badan tetap hangat (sehingga efeknya adalah kita lebih cepat lapar di suhu dingin).

2. Kegunaan yang kedua adalah jika tubuh perlu melakukan meningkatkan metabolisme dalam seketika berdasarkan inisiatif sendiri – misalnya bergerak lebih cepat dari biasanya pada saat ada bahaya mengancam (menghindarkan mobil dari tabrakan, pukulan datang, pacar dicolek orang, etc). Supaya tubuh bisa mengeksekusi semuanya secara selaras – berarti seluruh bagian tubuh yang terkait, external & internal, harus dikoordinasikan dengan baik. Oleh karena itu, jika kita berada dalam sebuah situasi yang oleh otak kita diterjemahkan sebagai kondisi yang berbahaya, otak akan salah satunya memerintahkan kelenjar Adrenal untuk memproduksi hormon Adrenalin yang menjadi sinyal bagi seluruh bagian tubuh untuk berfungsi dalam kondisi “high alert” : jantung berdetak lebih cepat, pupil mata membesar, darah mengalir lebih cepat, otot berkontraksi secara maksimum, irama nafas lebih cepat, dan lain sebaginya.

Mekanisme loopback untuk memaintain metabolisme tubuh yang vital, seperti yang dijelaskan di atas, dalam dunia kedokteran modern disebut sebagai human homeostasis. Jika karena suatu sebab terjadi gangguan terhadap mekanisme ini, dikatakan tubuh dalam kondisi tidak fit / sakit. Efeknya yang bisa diamati adalah badan menjadi panas atau sebaliknya dingin. Tentu kalian sudah familiar, jika kita sakit, suhu badan meningkat, sampai kita berangsur-angsur sembuh, dan suhu tubuh kembali normal. Bandingkan kemiripannya dengan teori TCM (Traditional Chinese Medicine) yang berbasiskan neidan, dimana sakit disebabkan tubuh terlalu yin, atau terlalu yang. Sehingga tujuan dari TCM adalah menyeimbangkan (mem-balance) kembali yin dan yang dari tubuh. Caranya adalah dengan memberikan rangsangan melalui titik-titik akupuntur (nanti mengenai titik akupuntur ini lebih lanjut). Apa yang dirangsang? Qi! Dan qi tidak lain tidak bukan adalah electrochemical signal yang digunakan otak untuk mengontrol kelenjar yang pada akhirnya mempunyai efek ke metabolisme tubuh. (Mantab bukan!)

Mekanisme di atas sebagian besar dilakukan oleh pikiran bawah sadar kita. Bisakah ini dilakukan secara sadar? BISA, dan memang begitulah pada hakekatnya salah satu tujuan dari neigong adalah untuk bisa mengatur kelenjar-kelenjar ini secara sadar. Ini mutlak harus bisa dilakukan, karena hanya dengan demikian kita bisa mengatur kapan kita memerlukan peningkatan metabolisme tubuh untuk menghasilkan tenaga yang jauh lebih besar, daya reflex yang lebih tinggi, pikiran yang lebih tajam, sampai kepada fungsi-fungsi self-healing. Tetapi nanti dulu… apakah betul-betul bisa? Adakah buktinya? Well bukti secara menyeluruh dengan standar medis sekarang, memang belum ada, tetapi ada indikasi yang jelas bisa kita rasakan dan amati, dan tentu saja statement-statement dari ahli-ahli neigong yang (pribadinya) respectable – yang kalau dikaitkan dengan posisi-posisi kelenjar akan mempunyai kesamaan dengan ketepatan yang sangat mengagumkan. Berikut saya berikan dua contoh perintah / sinyal dari otak ke kelenjar tubuh yang pada akhirnya mempengaruhi metabolisme tubuh:

1. Jika pada saat akan bertarung kita merasa gentar, tubuh terasa lemas, tenaga dirasa susah keluar, gerakan menjadi lambat, reflex menjadi bebal. Ini fakta sehari-hari yang diketahui oleh banyak orang, dan sudah pasti hampir pernah dialami oleh semua martial artist. Tenaga dirasa susah keluar dan sebagainya, jelas menunjukkan terjadi perubahan metabolisme tubuh. Perubahan metabolisme tubuh dipengaruhi oleh kelenjar, yang walaupun di luar kemauan kita, ini jelas terjadi karena pikiran kita merasa gentar. Sebaliknya, kita juga tahu, dengan latihan yang disiplin kita bisa mengatur emosi kita, sehingga tubuh bisa dimaintain dalam state yang alert secara cukup, tidak terlalu alert karena akan cepat capai, dan tidak juga terlalu santai sehingga daya reflex kita berkurang. Ini contoh yang menunjukkan koneksi antara pikiran, kelenjar, dan metabolisme tubuh.

2. Kurang convincing? Contoh yang lain adalah pada saat kita akan berhubungan sex, khususnya laki-laki, maka adik kecil kita menegang. Ini terjadi karena perubahan metabolisme tubuh, yang efeknya terlihat jelas di adik kecil kita yang menegang dan memanjang tersebut. Perubahan metabolisme ini disebabkan oleh kelenjar testis. Jadi dari rangsangan visual lawan main kita yang luar biasa sexy, diterima oleh mata, diteruskan ke otak, diproses, dihasilkan output berupa sinyal yang diteruskan ke kelenjar testis tersebut, dan seterusnya. Hmm tetapi ini kan juga masih di luar kendali kita ya??? Boleh juga dianggap begitu. Tetapi saya masih ada contoh lain dimana bisa saja kita memejamkan mata, membayangkan perempuan sexy dan cantik, telanjang bulat, dengan payudara yang montok tetapi tidak terlalu besar, passhh, puting yang tidak terlalu besar tidak terlalu kecil, perut yang putih mulus, dan … dan paha yang putih mulus padat berjenjang, agak terbuka, tidur terlentang di ranjang dengan posisi yang setengah menggoda, terlihat nakal, tetapi juga terlihat sangat innocent akhirnya adik kecil kita bangun juga kan?? Sudah bangun? Terbukti-kan?? Dan memang demikian, ada latihan neigong yang memanfaatkan imajinasi (walaupun yang digunakan jelas bukan imajinasi wanita sexy).

Dua contoh di atas menunjukkan bahwa memang kelenjar bisa diatur oleh pikiran kita melalui sinyal electrochemical (qi).

IMHO inilah qi (dalam neigong / neidan).

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: