Sebuah Essay tentang Kung Fu – 9

(Copas)

FAJIN

Sekarang sudah cukup lengkap konsep kita untuk membahas apa yang terjadi atau apa yang dimaksud dengan fajin.

Fajin sukses dilakukan adalah apabila terjadi yang dinamakan pertukaran momentum (lihat pembasan mengenai momentum di atas). So bagaimana pertukaran momentum bisa terjadi? Pertukaran momentum hanya akan terjadi jika kecepatan maksimum hingga pada saat terjadi kontak dengan samsak / musuh, kecepatan maksimum tersebut tidak berkurang sedikitpun, sampai setelah terjadi kontak dengan musuh (samsak), baru pukulan kita berhenti secara seketika. Please note : bahwa berhenti secara seketika ini, BUKAN dikarenakan tubuh kita memberhentikan pukulan seperti pada saat berlatih shadow boxing, tetapi dikarenakan terjadi pertukaran momentum. INILAH FAJIN. Atau lebih tepatnya hasil atau produk akhir dari fajin.

Tentu kita sudah mendengar nasehat pada saat memukul samsak (musuh) kita harus berkonsentrasi seolah-olah pukulan kita bertujuan menembus samsak / musuh. Yang jarang diketahui adalah, target “dalam” ini tidak selalu harus titik tengahnya, yang penting targetnya ada di dalam samsak / musuh. Dan bahkan semakin tipis jarak target tersebut dengan permukaan kontak aktual-nya, berarti semakin tinggi ilmu kita!

Yang jarang dijelaskan adalah tujuannya adalah supaya samsak / musuh harus dipukul sedemikian rupa sehingga pada saat terjadi kontak, kecepatan tidak berubah sedikitpun, tidak boleh berubah oleh sebab apapun, selain daripada pertukaran momentum sesempurna mungkin, sehingga perubahan kecepatan terjadi secara otomatis / GRATIS yang disediakan oleh hukum alam (yang disebut hukum kekekalan momentum), dan oleh karenanya terjadi secara seketika. Dan dengan sendirinya tidak ada satu halpun yang lebih cepat dari “seketika” karena total waktunya adalah jauh jauh lebih kecil dari satu detik, jauh jauh lebih kecil dari 1 / 100 detik, masih jauh jauh jauh lebih kecil lagi karena “seketika” adalah tepat sama dengan nol detik. Jauh jauh lebih cepat dari pikiran kita, juga jauh-jauh-jauh lebih cepat daripada reaksi muscle memory, whatever, apapun.

Dan oleh karena itu termasuk “investing in loss”, yes termasuk “investing in loss”-pun tidak akan sanggup menahan fajin sempurna. Kenapa? Karena “investing in loss” tertinggi adalah kondisi “seimbang” sempurna (taiji), jika terkena fajin akan berubah kecepatannya seketika dari kondisi diam. Tidak peduli selentur apapun tubuhnya, perubahan kecepatan seketika akan merusak tubuhnya, karena yang menjadi faktor penentu kesuksesan fajin adalah tubuh / bobot tubuh secara keseluruhan, bukan kelenturan. Dengan body protector-pun tidak akan sanggup menahan fajin. Body protector hanya meratakan kerusakan yang ditimbulkan oleh fajin, tapi daya rusak secara total sama. Dan jelas body protector tidak bisa melindungi guncangan yang dihasilkan oleh fajin terhadap organ dalam dan urat saraf.

Wah kalau begitu, kita pasti mati / luka parah kalau difajin dengan sempurna? Yes kalau kena dengan sempurna. Setelah terjadi kontak, tidak ada ampun. Tetapi sebelum terjadi kontak, itu adalah pukulan tangan biasa, kecuali kecepatannya yang memang luar biasa cepat, sehingga jika bisa ditangkis seperti biasa, ya seperti biasa saja pukulan yang meleset. Di saat sebelum terjadi kontak inilah investing in loss bermain. ( Mengenai hal ini akan dibahas lebih mendalam di artikel lain yang membahas “resultan gaya”. )

Fenomena inilah yang ntah bagaimana caranya dipahami oleh para ancestor kita, sekarang kita hanya tahu apa yang terjadi di dalamnya lebih baik. Tetapi secara teknik dan lain-lain SAMA SAJA. Ancestor kita memahami wuji (keadaan tidak terdefinisi) melahirkan hukum taiji (kekekalan energi) dan juga hukum fajin (kekekalan momentum). Lets give salute to our Ancestors!

Summary dari “Fajin”


1. Tenaga kita menghasilkan gaya.
2. Gaya menghasilkan akselerasi.
3. Akselarasi menghasilkan kecepatan.
4. Kecepatan menghasilkan pertukaran momentum (pada saat membentur objek lain / musuh).
5. Pertukaran momentum adalah fajin (hasil akhir fajin).

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: