Sebuah Essay tentang Kung Fu – 8

(Copas)

Daya tembus / tekanan

Adalah besarnya gaya dibagi dengan luas bidang kontak dengan objek yang terkena gaya tersebut. Besaran daya tembus adalah misalnya 100 KG / Meter2 (meter persegi). Misalnya jika kita menancapkan sebuah paku ke dalam meja. Besarnya daya tembus adalah besarnya gaya yang kita keluarkan pada saat menancapkan paku tersebut, dibagi dengan luas ujung paku. Sehingga walaupun gaya yang dikeluarkan sama, semakin kecil / tajam ujung paku tersebut, semakin mudah kita menancapkan paku tersebut ke dalam meja.

Contoh lain yang mudah untuk mengerti konsep daya tembus adalah jika berdiri di tanah yang lunak. Gaya ke bawah kita sama dengan berat tubuh kita. Jika kita berdiri dengan satu kaki, maka tanah melesak ke dalam lebih banyak jika dibandingkan kita berdiri dengan dua kaki. Ini dikarenakan luas permukaan dua kaki adalah dua kali lebih luas daripada luas permukaan satu kaki. Oleh karena itu jika berdiri dengan satu kaki mempunyai daya tembus yang lebih besar.

Masalah daya tembus ini sering digunakan untuk mendemokan “trick” ilmu kebal bacokan. Jika kita menggunakan golok yang tumpul, sebesar apapun tenaga yang dikerahkan tidak akan bisa menembus badan kita (dimana paling banter adalah mematahkan tulang, karena itu ambil saja goloknya, minta si pendemo tanda tangan surat tidak menuntut, kemudian bilang kita akan bacokkan golok tersebut sekuat-kuatnya ke kepala dia). Karena golok yang tumpul, walaupun tidak terlihat dengan mata, mempunyai luas permukaan yang jauh-jauh lebih besar daripada golok yang tajam.

Jadi dengan gaya yang sama besar, daya tembus kepalan tangan, tentu lebih kecil dibandingkan punggung tangan. Karena itu untuk mematahkan pipa besi, lebih baik jika menggunakan punggung tangan karena mempunyai luas permukaan yang relatif lebih kecil dibandingkan kepalan tangan.

Kalau begitu, bukankah sebaiknya semua teknik dieksekusi menggunakan kontak permukaan yang sesempit mungkin? Bisa saja, masalahnya adalah semakin sempit luas kontaknya, semakin rentan sebuah objek. Atau dikatakan semakin lemah derajat kekerasannya. Misalnya jari mempunyai derajat kekerasan yang lebih rendah dibanding kepalan tangan maupun telapak tangan (coba saja diadu antara jari tangan dengan telapak tangan). Kalau punggung tangan, mungkin sebanding dengan telapak tangan, tetapi susah bukan memukul lurus ke depan dengan punggung tangan, sehingga variasi gerakan yang bisa dilakukan lebih terbatas.

Oleh karena itu pula sebagai alternatif atau penyambung badan, digunakanlah misalnya pisau sehingga kita bisa menembus tubuh manusia dengan lebih mudah. Dengan tenaga yang relatif sama, permukaan kontak berupa ujung pisau yang lancip, membuat daya tembusnya menjadi besar. Dan tentu karena terbuat dari besi maka mempunyai derajat kekerasan yang cukup walaupun bentuknya tipis dan ujungnya sangat lancip (tidak bengkok pada saat ditusukkan).

Momentum

Konsep momentum menjelaskan apa yang terjadi jika dua objek saling bertabrakan (collision). Ini menjelaskan apa yang terjadi jika tinju kita mengenai tubuh musuh. Supaya gampang, anggap musuh kita mempunyai berat yang kurang lebih sama dengan badan kita (seimbang, atau meminjam bahas tinju, berada dalam kelas yang sama). Jika badan kita yang diwakili oleh pukulan tangan kita mengenai musuh, misalnya mempunyai kecepatan sebesar 50 KM / Jam, dan pengerahan tenaga kita sangat efisien, sedemikian sehingga setelah terjadi point of contact, tidak ada kecepatan yg berkurang, maka gerakan maju kita ke arah musuh akan terhenti, dan sebaliknya musuh tersebut akan terpental dengan kecepatan awal kira-kira 50 KM / Jam juga.

Kenapa demikian? Adalah karena konsep momentum mengatakan jika ada dua objek yang saling berinteraksi (dalam hal ini adalah tubuh kita dan musuh), maka perubahan yang terjadi di salah satu objek akan diimbangi oleh perubahan di objek yang lain ( yes, seperti konsep Yin-Yang ). Dalam hal ini karena kecepatan kita dari 50 KM / Jam menjadi berhenti, sebagai gantinya diimbangi oleh balok kayu yang bergerak dengan kecepatan 50 KM / Jam juga. Ini disebut pertukaran momentum. Please ingat ini baik-baik karena konsep ini akan digunakan pada saat kita membahas fajin di bawah.

Jika digambarkan adalah seperti mainan pendulum ganda sebagai berikut… perhatikan bandul yang mengayun adalah seperti pukulan kita, dan bandul yang mulai mengayun adalah seperti musuh kita yang terpental. Perhatikan bandul yang mengayun seketika berhenti, bersamaan dengan mengayunnya bandul yang lain. Mekanisme seperti inilah yang terjadi jika fajin kita sudah sempurna.

( Khusus bagi yang memahami fisika, momentum yang saya maksud adalah masa dikali kecepatan (atau p = m * v), dan model collision yang saya gunakan adalah elastic collision. )

( Praktisi Taiji tentu mengenal konsep taiji. Yang memahami konsep taiji dengan baik tentu bisa melihat kemiripannya dengan konsep momentum tersebut. )

Perubahan kecepatan di tubuh musuh, yang dari kondisi diam, dan hampir dalam seketika menjadi mempunyai kecepatan 50 KM / Jam, menyebabkan gaya tekan yang luar biasa besar, seperti seseorang dihimpit oleh sebuah beban yang sangat berat sampai gepeng. Dan ini berlaku untuk kedua belah pihak, kita sendiri dan pihak musuh. Sehingga mana yang hancur adalah tergantung derajat kekerasan di point of contact. Jika musuh kita adalah balok beton, walaupun balok tersebut terpental, tangan kita juga hancur.

Apa yang menarik? Jika musuh kita misalnya mempunyai berat dua kali dari berat badan kita, maka kita menjadi berhenti, tetapi kecepatan mentalnya musuh kita juga hanya menjadi setengahnya yaitu sebesar hanya 25 KM / Jam (setengah dari kecepatan pukulan kita). Perubahan dari kecepatan nol menjadi 25 KM / Jam tentu tidak sedrastis dari kecepatan nol menjadi 50 KM / Jam. Dan jika sebaliknya musuh yang beratnya dua kali berat kita, memukul kita dengan kecepatan 50 KM / Jam, kita akan terpental dengan kecepatan 100 KM / Jam (dua kali kecepatan pukulan musuh). Perhatikan apa yang terjadi jika kita bertukar pukulan dengan musuh yang beratnya dua kali berat badan kita tersebut, terjadi perbedaan impact untuk setiap pukulan hampir sebesar empat kali! (100 dibagi 25 = 4) Ini seperti halnya kereta api bertabrakan dengan mobil, penumpang di dalam mobil selalu dalam kondisi yang fatal. Oleh karena itu YES YES YES size does matter! Tidak peduli Anda mempunyai “qi” seberapa tinggi, size really really does matter!

Berikut adalah gambar-gambar yang menggambarkan variasi terjadinya pertukaran momentum seperti yang dijelaskan di atas. Kotak di sebelah kiri adalah kita, dan yang di sebelah kanan adalah musuh kita. Lambang “m” menunjukkan “mass” yang artinya berat badan kita dan musuh kita. Lambang “v” menunjukkan “velocity” yang artinya kecepatan. Intinya dalam fajin baik kita maupun musuh kita SAMA-SAMA DIRUSAK. Siapa yg mengalami perubahan kecepatan lebih besar berarti menerima daya rusak lebih besar. Dan ini bukan masalah dia akan menubruk atau jatuh ke tanah lebih cepat.
Animasi pertama adalah menggambarkan jika kita menghantam musuh yang berada dalam kondisi diam (investing in loss tertinggi). Berdua sama-sama mendapat daya rusak yang sama. Kita rusak karena dari bergerak mendadak diam, demikian juga musuh dari diam mendadak bergerak.

Animasi kedua adalah jika beradu tenaga dengan musuh yang kecepatan pukulannya setengah dari kecepatan pukulan kita. Berdua sama-sama mendapat daya rusak yang sama. Kita rusak karena dari bergerak maju mendadak berbalik arah dengan kecepatan pukulan musuh, demikian juga musuh bergerak menuju ke kita mendadak berbalik arah dengan kecepatan pukulan kita.

Animasi ketiga adalah jika musuh berusaha mundur, tetapi kecepatan mundurnya masih kalah dengan kecepatan pukulan kita. Berdua sama-sama mendapat daya rusak yang sama. Kita rusak karena dari bergerak maju mendadak kecepatannya berubah menjadi kecepatan mundur musuh, demikian juga musuh bergerak mundur menghindari kita mendadak berubah kecepatannya menjadi secepat pukulan kita.

Animasi keempat adalah jika beradu tenaga dengan musuh dengan kecepatan yang sama, tetapi musuh mempunyai bobot setengah dari berat kita. Kita mendapat daya rusak yang lebih kecil karena dari bergerak maju mendadak berbalik arah tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah daripada kecepatan berbalik arah musuh kita. (Size does matter. )

Dengan tambahan tiga konsep baru (derajat kekerasan, daya tembus, dan momentum), kita sudah bisa membahas fajin lebih lanjut.

Conditioning tubuh untuk fajin

Pertukaran momentum yang terjadi antara dua objek yang saling bertabrakan terjadi dalam waktu yang seketika, impactnya jauh lebih besar dibandingkan pada saat kita mulai menggerakkan badan waktu memukul karena kecepatan awalnya masih rendah. Sedangkan pada saat terjadi pertukaran momentum, kecepatan justru berada dalam kecepatan maksimum dan dalam seketika menjadi nol atau bahkan berbalik arah. Memang derajat kekerasan pukulan kita dan fleksibilitas tubuh meredam sebagian impact yang luar biasa tersebut. Akan tetapi semakin sempurna pukulan kita, semakin besar pula impactnya. Ini berlaku baik untuk musuh kita, dan termasuk diri kita sendiri.

Perhatikan penjelasan pertukaran momentum di atas. Pada saat terjadi kontak, fajin menimbulkan kerusakan yang sama, baik di diri kita maupun di diri musuh. Oleh karena itu, jika kita menerima fajin, maupun kita sendiri yang melepaskan fajin, sama-sama membutuhkan conditioning tubuh yang khusus juga.Tanpa conditioning tubuh yang baik, guncangan yang terjadi setelah fajin bisa merusak organ dalam dan urat saraf kita.

This is no bullshit at all, be very careful my friend when you are practicing THE REAL fajin!

Fajin sering dianggap seperti sebuah pukulan biasa, tetapi seharusnya kita sekarang mengerti bahwa fajin sangat berbeda sehingga membutuhkan sebuah conditioning tubuh yang khusus. Mungkin kita sering bertanya-tanya, mana yang lebih baik berlatih shadow boxing, pillar boxing, atau samsak boxing… ternyata ketiga-tiganya merupa satu kesatuan rangkaian latihan yang bertahap, step-by-step, supaya tubuh kita sanggup mengeluarkan / menerima fajin.

1. Shadow boxing

Kita tentu sudah familiar dengan shadow boxing. Akan tetapi pernahkan kita perhatikan, mengapa pada saat misalnya mengeksekusi sebuah pukulan, pukulan kita bisa berhenti secara bebas? Ini karena secara otomatis di saat pukulan sudah mencapai jangkuan tertentu yang kita targetkan, otot, ligament, dan tendon tubuh kita menahan laju maju pukulan kita. Inilah shadow boxing. Apa gunanya… selain daripada meluweskan gerakan kita, yaitu yang penting adalah melatih otot, ligament, dan tendon tubuh kita supaya sanggup menahan impact dari fajin. Shadow boxing yang mengcover beberapa teknik sekaligus dan dilakukan secara kontinu adalah yang biasa kita kenal dengan jurus-jurus (main jurus : jurus monyet, jurus baji, jurus belalang, jurus taiji, etc, whatever).

Termasuk taiji? Yes, semua gerakan taiji bisa dilakukan dengan sangat cepat, dan bisa dititik-beratkan secara khusus untuk melatih daya tahan terhadap fajin. Gerakannya sama tapi cara eksekusinya dibedakan. Sungainya sama (gerakan sama), airnya (internal-nya) berbeda. Termasuk juga semua style yang lain? Karate? Tae-Kwon-Do? Yes juga.

Shadow boxing adalah yang teringan, karena belum melibatkan objek yang menjadi target, oleh karena itu biasanya menjadi latihan tahap pertama dalam melatih fajin.

2. Pillar boxing

Sekuat-kuatnya tubuh kita (otot + ligament + tendon) menahan laju pukulan, pertukaran momentum yang terjadi masih belum sekuat seperti halnya pukulan kita mendarat di musuh pada saat fajin. (Thus shadow boxing adalah yang teringan.) Menahan dengan otot, ligament, dan tendon, masih “kurang” seketika sehingga impact-nya lebih ringan. Oleh karena itu tahapan conditioning tubuh selanjutnya adalah berlatih dengan pillar yang terbuat dari seikat BESAR kayu atau bambu, apapun juga, asal tidak terlalu elastis tetapi juga tidak terlalu kaku seperti beton.

Mungkin sudah ada yang berpikir, kenapa tahapan selanjutnya bukan samsak, tetapi justru pillar yang lebih keras? Justru itu, pada saat mulai berlatih kita tidak boleh langsung (dan tidak akan sanggup) memukul pillar tersebut sekencang-kencangnya. Tetapi mulai secara pelahan-lahan sampai dengan tubuh meng-“adjust” menjadi lebih kuat. Jika yang digunakan adalah samsak, maka setelah dipukul perlahan akan langsung bergoyang, sehingga impact yang diharapkan tidak terjadi. Oleh karena itu tahap berikutnya memang harus menggunakan pillar boxing (sebelum samsak boxing). Sudah lebih keras, tetapi bisa dilakukan tanpa sekuat tenaga – atau tenaga diatur sesuai dengan derajat kekerasan yang mampu ditanggung oleh tubuh kita.

Semakin lama berlatih pillar boxing, semakin bertambah kuat tubuh Anda, sehingga sanggup memukul itu sekeras-kerasnya, tetapi tetap jangan sampai terjadi fajin, karena tangan Anda akan hancur. Fajin baru bisa dilakukan di tahap berikutnya (samsak boxing).

( Berapa lama berlatih pillar boxing? Tergantung dari teknik Anda, ini bisa berlangsung setiap hari, sedikitnya selama 1 tahun sampai dengan 3 tahun, dan seumur hidup weee😛

Latihan stamping dari style Baji Quan, yaitu menghentakkan kaki ke tanah, adalah salah satu bentuk pillar boxing – dimana pillar-nya adalah tanah, yang salah satu tujuannya adalah sama yaitu conditioning tubuh supaya sanggup menerima dan melakukan fajin. Inilah salah satu alasan Baji disebut aliran keras, karena dengan latihan stamping-nya meng-emphasize conditioning tubuh untuk menerima dan melakukan fajin, lebih daripada style-style yang lain. )

3. Samsak boxing

Latihan samsak yang diperlukan bukan hanya sekedar memukul-mukul di luar samsak atau “mendorong-dorong” samsak, melainkan sampai terjadi pertukaran momentum (fajin). Seperti apa bentuk pertukaran momentum, akan dijelaskan secara lengkap pada saat membahas bagaimana fajin dilakukan. Yang perlu diketahui sekarang adalah pertukaran momentum membutuhkan derajat kekerasan yang tinggi dari permukaan kontak tubuh kita dengan samsak (musuh). Jika fajin dilakukan terhadap pillar, tubuh kita yang hancur. Oleh karena itu conditioning tubuh untuk fajin justru dilakukan dengan sebuah beban yang cukup berat, tetapi mempunyai derajat kekerasan di bawah derajat kekerasan tubuh kita. Samsak merupakan salah satu pilihan terbaik (dan termurah), sampai suatu hari Anda sanggup merobek samsak dengan sekali pukul.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: