Sebuah Essay tentang Kung Fu – 10

(Copas)

Qi dan Jalur Meridian – sebuah sudut pandang lain


Adakah qi dan jalur meridian? Kalau tidak ada, kenapa banyak sekali praktisi yang respectable mengklaim-nya? Kalau ada, kenapa sampai sekarang tidak pernah ada pembuktian-nya yang cukup convincing? Dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan yang tulus, mari kita telaah ulang qi dan jalur meridian dari sudut pandang lain secara bersama-sama, karena MUNGKIN SELAMA INI KITA MENCARI DI TEMPAT YANG SALAH.

Mari kita mulai dengan meng-explore pandangan-pandangan mendasar yang menjadi kebenaran umum untuk masing-masing pihak. Karena berangkat dari semangat saling percaya, seberapapun terlihat bertentangan-nya kedua pandangan tersebut, kita coba terima dulu semuanya dengan pikiran terbuka. Dari sini kita coba cari dimana titik ketemu-nya… yaitu seharusnya berupa kesimpulan (model) yang harus mengakomodir kedua pemikiran itu dengan cukup baik. Mungkin ada hal-hal menarik yang bisa ditemukan.

Sebelum berharap terlalu jauh, saya akan menekankan di sini bahwa kita tidak akan membahas bagaimana qi bisa mengubah seseorang menjadi Super-Man atau Spider-Man. Alasannya sederhana : extraordinary claim needs extraordinary evidence. Ok, so qi dan jalur meridian menurut definisi mana? Menurut definisi Taoism. Atau gampangnya… langsung saja “just” qi… karena seharusnya kita-kita sudah cukup paham apa yang dimaksud kan

Ok enough bawel-bawelnya, lets start!

Qi dan jalur meridian dari sudut pandang praktisi:

1. Qi dan jalur meridian itu ada (tentu saja). Jalur meridian berfungsi untuk mengalirkan qi. Qi bukan sekedar sensasi hawa hangat atau aliran menggelitik, tetapi terasa panas dan bahkan sangat panas. Qi selalu berasal dari dan-tian. Qi sendiri pada awalnya dikumpulkan dengan cara meditasi.

2. Latihan dilakukan dengan pengejangan badan dan variasi latihan pernafasan dari nafas-nafas pendek atau simply menahan nafas dalam jangka waktu yang relatif lama.

3. Terjadi perubahan pada bentuk fisik dan tekstur tubuh yang bisa diraba dan dilihat dengan mata.

4. Qi tidak bisa dilepas dari tubuh biologis-nya, atau dengan kata lain qi selalu terealisasi melalui tubuh biologis. Qi yang diolah di dan-tian dengan cara latihan meditasi dan pernafasan disebut xiantian qi. Xiantian qi bisa menambah kekuatan dari houtian qi (qi yang dihasilkan oleh tubuh biologis), tetapi tidak sebaliknya.

Qi dan jalur meridian dari sudut pandang medis:

1. Qi tidak pernah bisa diukur secara meyakinkan. Semua penggunaan istilah elektromagnet, listrik, getaran, dan lain-lain yang sering digunakan, sangat sangat tidak tepat, sehingga bahkan dianggap sebagai pseudo science. Tidak ada jalur meridian, dengan sendirinya juga berarti tidak ada qi yang mengalir dan tidak ada mekanisme nervous system yg bisa menggerakkan qi tersebut sekehendak kita.

2. Pengurangan supply oksigen akan mendorong badan untuk meng-adjust dengan meningkatkan jumlah cell darah merah. Cell darah merah yang lebih banyak memungkinkan supply oksigen yang lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan performance. Teknik ini sering digunakakan oleh para atlit, dan lebih dikenal dengan nama “altitude training” (please check http://en.wikipedia.org/wiki/Altitude_training).

3. ATP adalah sumber energi utama untuk seluruh mahluk hidup, untuk keperluan apapun, termasuk tumbuhan dan organisme bersel tunggal. Dari manapun sumber energi berasal, selalu diconvert dulu menjadi ATP, sebelum di-consume oleh tubuh (please check http://www.bodybuilding.com/fun/drobson24.htm)

4. Peningkatan kemampuan fisik secara significant bisa dicapai dengan pikiran yang tenang dan terfokus serta metabolisme tubuh yang baik (please check http://sportsmedicine.about.com/od/s…hinkstrong.htm). Dan memang pada kenyataannya, bahkan pada saat kita mengeluarkan kekuatan semaksimum mungkin, hanya 33% dari kapasitas otot yang diutilisasi (please check http://en.wikipedia.org/wiki/Hysterical_strength dan http://health.howstuffworks.com/adre…-strength1.htm).

Meng-“akur”-kan dua pandangan…

Ada hal-hal yang saling mendukung dan ada juga hal-hal yang saling bertentangan. Hal-hal utama yang saling mendukung adalah jelas kedua pandangan sama-sama agree masih banyak kapasitas tubuh manusia yang belum terutilisasi dengan baik. Pertentangan yang terutama adalah mengenai ada atau tidak-nya “qi” itu sendiri.

Jika diperhatikan debat-debit soal “qi” selalu adalah seputar : “ya jelas terasa mengalir!!!”, dan pihak yang lain selalu me-respond : “kenapa tidak ada buktinya di device pengukur???”. Terlepas dari cara pandang orang barat, sebagai orang timur kita bisa yakin dan punya “feeling” yang cukup baik terhadap praktisi yang respectable. Jika demikian berarti device-nya yang tidak bekerja dengan baik, dalam arti mengukur sesuatu yang salah. Dan kesalahan seperti ini jelas mempunyai kemungkinan yang besar untuk terjadi. Karena memang qi sering digambarkan sebagai “listrik”, “gelombang electromagnet”, “vibration”, dan lain-lain, tetapi praktisi qi sejati tahu jelas qi bukanlah itu semua. Secara tidak langsung ini mengarahkan orang atau siapapun untuk mengukur hal-hal tersebut. Jelas akan kecewa karena qi is something else.

Jika kita mencari tao dulu apa itu “qi”, well rasanya seperti mencari jarum di lautan. Begitu banyak fenomena alam yang belum bisa dijelaskan – mana yang mau kita gunakan untuk menjelaskan qi??? So idenya adalah sementara kita belum tahu itu apa, kenapa kita tidak mencari dulu ke “inside” tubuh kita sendiri. Dan saya pribadi merasa ini mempunyai kans yang baik. Kenapa? Di jaman sekarang ini kita sudah mengenal seribu satu macam gelombang dan getaran, tetapi juga tetap tidak ada yang cocok dengan qi. Nah, coba dibayangkan… bagaimana caranya orang ribuan tahun yang lalu – dengan pengetahuan dan teknologi yang jauh lebih terbatas, bisa menemukan qi? Satu hal yang jelas, yang sama dari jaman dulu sampai dengan sekarang adalah TUBUH KITA SENDIRI. Dan bahkan kita tahu ribuan tahun yang lalu, adalah sebuah jaman yang relatif kehidupannya jauh lebih keras dari jaman sekarang (contoh : orang bisa bunuh orang begitu saja tanpa ada urusan). Dan satu-satunya andalan diri sendiri di ribuan tahun yang lalu, jelas hampir bisa dipastikan adalah TUBUH KITA SENDIRI. Jadi rasanya wajar kalau memang orang jaman dahulu, lebih mengenal tubuhnya dibanding orang jaman sekarang.

Ah orang jaman dulu mana mengenal ilmu bedah, rontgen, MRI, dan lain-lain? Betul, tetapi yang saya maksud adalah mengenal tubuh kita sendiri secara keseluruhan (holistic) melalui indra perasa dan pikiran kita. Tidak ada hubungannya dengan semua alat-alat tersebut. Dan hingga jaman sekarang-pun, dari kira-kira 1000 (seribu, yes seribu) reaksi kimia yang terjadi di cell tubuh kita per detik, yang bisa dimengerti dengan cukup baik, tidak lebih dari hitungan jari – dan sebagian besarnya mendapatkan hadiah Nobel.

So kenapa tidak, mari kita coba cari dari TUBUH KITA SENDIRI. Tetapi untuk mencegah supaya kreatifitas kita juga TIDAK menjadi liar kemana-mana sehingga cenderung berfantasi, kita tetap berbasiskan koridor-koridor medis yang umum. Dengan demikian mungkin ini menjadi sebuah penjelasan lain yang menarik terhadap kedua pandangan tersebut.

Untuk itu, karena topiknya memang qi, mari kita lakukan dengan menulusuri cara-cara latihan qi dan pembebasan jalur meridian yang umum.

1. Qi pertama kali dikumpulkan dengan cara meditasi

Pertama kali yang harus dilakukan untuk berlatih qi adalah praktisi harus mempunyai qi yang cukup. Untuk ini praktisi harus bisa mencapai keadaan “tenang” tetapi “fokus”, yang berarti qi dikumpulkan melalui meditasi dimana pikiran kita menjadi terisolasi dari pengaruh indra lainnya tetapi tidak liar mengambang kemana-mana.

Jika berhasil mengumpulkan qi dalam jumlah cukup, sensasi yang dirasakan adalah timbulnya semacam “arus” di area dan-tian kita. Please note : TETAPI BUKAN ARUS LISTRIK, ini hanya penggambaran sensasi yang dirasakan. Nah selama ini kita selalu berpikiran bahwa ada sesuatu yang “dibangkitkan”… tetapi ide lainnya adalah… bagaimana jika dibalik… (dan ini bisa dibilang merupakan IDE UTAMA DARI KESELURUHAN ARTIKEL INI) YAITU… bagaimana jika yang menimbulkan sensasi itu sebetulnya SUDAH ADA DARI DULU – TETAPI KITA SENDIRI YANG KURANG SENSITIF MERASAKANNYA.

Maksud saya adalah seperti halnya persepsi kita terhadap sekolam air yang suhu-nya biasa-biasa saja. Tetapi jika kita baru saja berendam di kolam air hangat, dan pindah ke kolam air yang suhu-nya biasa-biasa saja tersebut, kita akan merasakan air tersebut sangat dingin. Contoh lain adalah jika kita baru dari ruangan yang gelap, kemudian pindah ke ruangan yang terang, kita akan langsung merasa silau. Kalau kita baru mendengar musik yang keras berdebum-debum, kemudian musik kita hentikan, kita akan merasakan keheningan dan bahkan serasa bisa mendengar orang lain bernafas. Atau contoh lainnya adalah sensasi dari avatar saya yang terbaru Intinya indra perasa kita selalu bekerja secara relatif terhadap rangsangan sebelumnya dan rangsangan latar belakangnya.

Dengan latihan meditasi dimana pikiran di-“isolasi” dari dunia luar dan dikonsentrasikan ke area dan-tian, akan membuat perasaan kita akan area tersebut menjadi lebih sensitif, sehingga perubahan sekecil apapun di area itu akan terasa oleh kita. Perubahan ini bisa bermacam-macam, saya tidak akan membahas secara lebih detail. Tetapi yang jelas dalam setiap detik terjadi ribuan proses kimia dari metabolisme tubuh, dan kita tahu metabolisme tubuh sangat sangat dipengaruhi sekali oleh pikiran. Hanya jika kita sibuk bergerak super cepat mengeksekusi jurus-jurus, kita menjadi sangat TIDAK sensitif, dan sebaliknya dengan duduk diam atau melakukan meditasi bergerak, kita menjadi LEBIH sensitif – tergantung seberapa tinggi tingkatan meditasi kita, seberapa tinggi kita bisa mengisolasi pikiran dan memusatkan seluruh perasaan ke area tersebut, AKAN SEMAKIN KUAT SENSASI-NYA. Ini yang (MUNGKIN lho) yang dirasakan sebagai sensasi timbulnya semacam “arus”.

Jika demikian apakah berarti itu hanya sekedar “sensasi” – tetapi biasa-biasa saja? JELAS TIDAK, karena kita tahu kekuatan dan kesehatan tubuh sangat tergantung pikiran, pikiran bisa membuat tubuh kita “stiff” sehingga penuh penyakit, pikiran juga bisa membuat tubuh kita rilex sehingga metabolisme tubuh jauh-jauh-jauh lebih lancar. Dan kita tahu masih ada 67% potensi tubuh yg tidak digunakan – yang semuanya under-control pikiran kita. So TIDAK HERAN langkah awal pengumpulan qi adalah melalui meditasi (melatih pikiran) untuk men-“tap” potensi tubuh itu.

(Men-tap 67% potensi tubuh jelas bukan hal gampang, dan dengan cara yang salah, resiko-nya sangat besar. Seorang ahli qi tahu dibutuhkan ribuan tahun, keringat, dan darah (literally), untuk menemukan sebuah cara latihan yang tepat.)

Dengan demikian, apa yang diklaim oleh praktisi tidak salah alias 100% benar adanya. Dan yang penting juga adalah : ini BISA menjelaskan mengapa setiap usaha pengukuran terhadap qi selalu gagal. Jelas gagal, karena pengukuran selalu mencari sebuah “tambahan” dari tubuh kita, padahal sebetulnya itu sudah ada di sana dari dulu. Jadi kalau kita mau “mengukur” seharusnya yang diukur adalah perubahan metabolisme yang jelas akan berubah mengikuti “state” dari pikiran kita.

(Cara mengukur-nya bagaimana? Kita persilahkan ahli medis dan teknologi untuk mencari caranya, tetapi yang penting adalah mereka tidak mengukur / mencari-cari di tempat yang salah. Semoga lebih sukses )

Masih ada hal lain lagi yang menarik. Kalau begitu, kenapa harus dimulai di area dan-tian. Kenapa kita tidak mulai dari bagian tubuh yang lain? Memang bisa, seperti kita ketahui paling sedikit ada tiga macam dan-tian di tubuh kita yaitu : xia dan-tian (bawah), zhong dan-tian (tengah), dan shang dan-tian (atas). Xia dan-tian dikatakan berfungsi sebagai “storage energi”. Yang menarik adalah area itu adalah area yang paling dekat dengan organ tubuh yang disebut sebagai “intestine”. Apa itu intestine? Seperti kita ketahui bahwa sumber energi seluruh tubuh / mahluk biologis adalah sama yaitu zat yang disebut ATP – semua sumber energi untuk kita bergerak dan bermetabolisme adalah ATP. ATP yang jumlahnya paling melimpah dan tidak habis-habis adalah yang dihasilkan melalui aerobic respiration (please check http://www.bodybuilding.com/fun/drobson24.htm). Bahan utama pembentuk ATP yang dihasilkan melalui aerobic respiration adalah didapat dari digestion makanan yang terjadi di intestine tersebut, yang kemudian dibawa oleh darah ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan. Masuk akal jika dikatakan xia dan-tian, yang lokasinya sangat dekat dengan intestine, jauh sebelum darah tersebut mengalir ke bagian tubuh yang lain, menerima darah dengan kadar zat pembentuk ATP terbanyak. Logikanya adalah kalau kita mau berlatih kepekaan, dan di saat kita belum begitu peka, adalah ide yang bagus jika mulai melatihnya di daerah yang menerima “rangsangan” paling kuat. Daerah itu tentunya xia dan-tian yang lokasinya relatif paling dekat dengan intestine.

Lokasi zhong dan-tian (dan-tian tengah) juga relatif dekat dengan intestine, kenapa tidak mulai dari situ dulu? Ada satu keuntungan lagi mengenai area xia dan-tian, yaitu kebetulan itu adalah lokasi dari pusat berat tubuh manusia. Ingat pembahasan mengenai pentingnya merasakan pusat berat tubuh dengan memaksimumkan daya pukulan kita. Karena lokasinya sama, sekali konsentrasi, kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus, secara metabolisme dan secara gerakan. Dengan kata lain sekali pukul, dua kepala benjol.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: