Sebuah Essay tentang Kung Fu – 5

(Copas)

Myths and Facts



Kita sering mendengar keajaiban2 yang dilakukan oleh para master, baik dari yang melihat dengan mata kepala sendiri, maupun dari yang kabar angin… maksudnya cerita dari si A ke B, kemudian ke C, dst-nya hingga sampai ke kita sendiri. Selama ini sebagai praktisi martial art, kita tentu menyikapi cerita tersebut dengan gembira, dan bahkan mungkin karena terlalu gembira, menambah2kan sehingga lebih seru dan lebih “ajaib”. Ini hal yang wajar dan baik untuk meningkatkan semangat kita berlatih. Akan tetapi mari untuk kali ini kita coba membahas ini dengan sikap “skeptis”, tetapi tentu saja bukan untuk menjatuhkan, melainkan supaya kita bisa melihatnya dari sudut pandang lain, dan tentu hasil akhirnya HARUS yang meningkatkan kualitas latihan kita karena bertambahnya pemahaman kita.

NOTE : ini bukan untuk membuktikan chi atau tenaga dalam atau tenaga sakti tidak ada. Chi / TD / TS masih di luar ilmu pengetahuan sekarang, baru praktisi yang bisa membuktikan itu dengan mengalaminya sendiri, belum ada yang sanggup membuktikan bahwa itu “ada” atau “tidak ada”. Di sini kita hanya mau bersikap lebih skeptis kalau ada orang yang sedikit-sedikit mengklaim sebuah fenomena adalah bukti dari adanya chi / TD / TS.

1. Practice dengan relax dan slow akan menghasilkan kekuatan luar biasa

Jawabnya : ya dan tidak. YA, karena hanya dengan demikian kita bisa berkonsentrasi apakah gerakan kita sudah tepat, apakah kita sudah memanfaatkan semua otot yg diperlukan untuk menambah kekuatan pukulan tangan, dan make sure semua otot yang menghalangi kita untuk bergerak dengan luwes menjadi relax. TIDAK, karena sudah hukum alam, untuk melatih kekuatan otot, kita harus melatihnya hingga maximum, baik itu durasinya maupun kekuatannya. Jadi yang dimaksud dengan relax, bukan relax seluruhnya, untuk bagian tubuh tertentu harus tegang / berkontraksi, tetapi seluruh bagian tubuh yang lain harus relax.

Dengan berlatih relax dan slow adalah seperti membuka jalan supaya “jalur” tenaga kita tidak terganggu. Tetapi kalau jalurnya sudah ada, tenaganya tidak ada, ya sama saja tidak ada hasilnya.

2. Pukulan yang merusak organ internal adalah hasil dari chi atau tenaga “ajaib” yang menyelubungi kepalan tangan kita

Apakah bisa kita melancarkan pukulan yang merusak organ internal dalam manusia? Jawabnya jelas bisa. Tetapi apakah ini merupakan bukti dari chi atau ada tenaga ajaib yang menyelebungi kepalan tangan kita? Jawabnya BELUM TENTU. Pukulan yang dilancarkan dengan kekuatan dan kecepatan yang cukup, bisa merusak organ internal dalam. Apa buktinya? Peluru yang ditembakkan dari senjata api (beceng), bukan hanya merusak organ dalam internal, BAHKAN MENEMBUSNYA. Dan apa lagi… peluru hanya meninggalkan bekas lubang kecil di badan. Peluru jelas tidak mempunyai chi. Jadi kalau kita bisa mengeksekusi pukulan kita dengan kuat dan cepat, jangankan hanya merusak organ internal, bahkan bisa menembusnya. Kalau kurang kuat, mungkin hanya membuat seseorang terpental, semakin kuat akan semakin merusak organ internal, dan jika kita super kuat, orang bahkan tidak akan terpental, dan tangan kita akan menembus orang tersebut seperti peluru. Untuk melakukan ini tidak memerlukan chi maupun tenaga “ajaib”.

Note satu hal mengenai kekuatan menembus. Jika tenaga kita besar, dan permukaan kontak dengan badan orang semakin kecil, maka akan semakin kuat daya tembusnya. Misalnya kalau kita menusuk orang dengan pedang atau pisau. Ujung pedang dan pisau sangat kecil sehingga hanya dengan tenaga biasa bisa menembus orang. Kepalan tangan kita lebih besar, sehingga membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar supaya kepalan tangan tersebut bisa menembus orang (jadi paling banter untuk orang yang terlatih adalah merusak organ internal). Jadi biasanya teknik untuk meningkatkan daya tempus, kita bisa memukul dengan ujung tangan, atau dengan satu jari. Tapi tentu jari kita harus cukup kuat dan tidak miring supaya jari tidak keseleo.

3. Latihan kuda-kuda harus kuat sampai dengan berjam-jam

Latihan kuda-kuda jelas perlu. Untuk apa? Paling sedikit ada dua tujuan utama : melatih keseimbangan supaya berat badan sebisa mungkin jatuh vertikal ke tanah (rooting) dan memperkuat otot kaki (bukan secara teknik body-building tetapi dengan teknik tapao).

Untuk memukul seseorang kita bisa mengandalkan berat badan atau menyalurkan beban pukulan ke tanah. Teknik yang pertama bisa memaksimalkan kekuatan pukulan kita, tetapi jika berat badan kita kalah dari orang kita pukul, kita bisa terpental (hilang keseimbangan). Tidak banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan berat badan kita karena ini sudah pembawaan kita. Oleh karena itu satu-satunya cara untuk memukul orang dengan berat badan yg lebih besar tanpa kita sendiri terpental, adalah dengan menyalurkan pukulan tersebut ke tanah melalui kaki. Dengan latihan kuda-kuda feeling kita untuk menyalurkan beban pukulan ke tanah semakin baik (rooting yang semakin baik), dan otot kaki yang semakin kuat membuat kita bisa menahan beban pukulan yang semakin besar.

Apakah perlu kita berlatih kuda-kuda sd berjam-jam? Jawabnya adalah sama apakah perlu kita melatih pukulan kita sd berjam-jam. Kalau sanggup tentu baik. Tapi belum tentu semua orang mempunyai waktu yang cukup untuk berlatih, jika hanya untuk berlatih kuda-kuda saja memerlukan waktu beberapa jam setiap hari. Untuk saya, dengan waktu yang terbatas, lebih suka balance antara pukulan, tendangan, dan kuda-kuda.

4. Beberapa menit berlatih pernapasan bisa mematahkan kikir besi

Kita sering melihat demo yang meminta orang biasa untuk mematahkan kikir besi. Kemungkinan besar bakal gagal dan tangan terasa sakit. Kemudian diminta melakukan beberapa teknik pernapasan, mencoba lagi, dan beberapa berhasil, tangan tidak sakit. Ini dikatakan membuktikan teknik pernapasan tersebut memang luar biasa (lebih buruk lagi yang tidak berhasil diberikan kesan berarti karena bakatnya kurang).

Apakah betul teknik pernapasan tersebut demikian sakti? Jelas tidak, tidak ada teknik pernapasan secanggih apapun yang dilatih hanya beberapa menit bisa meningkatkan kekuatan secara significant. Kalau demikian halnya, logikanya yang berlatih satu tahun bisa menjadi sekuat Superman atau Captain Marvel, atau paling tidak sekuat Spider-Man.

Yang sudah pasti adalah tulang kita memang sudah lebih kuat daripada besi kikir. Jadi kalau kita konsentrasi dan “berani” / “yakin” dapat mematahkan, besi kikir tersebut pasti patah. Termasuk dengan tulang jari kita juga bisa – hanya karena ukuran jari lebih kecil dari tangan – kita harus mengeksekusinya dengan lebih tepat saja (jadi perlu latihan ketepatan lebih lama).

Kalau besi kikir patah, tangan pasti tidak sakit. Kalau besi tidak patah, tangan pasti sakit. Kenapa? Jawabnya karena “perbedaan momentum”. Ini seperti halnya kalau ada truk besar yang bertabrakan dengan mobil sedan dalam kecepatan tinggi. Karena berat truk lebih besar, setelah tabarakan, truk akan maju terus, sedangkan mobil sedan akan terseret mundur. Orang di mobil truk cenderung selamat, sedangkan yang di mobil sedan hampir dipastikan akan luka berat, dan kemungkinan besar meninggal. Karena di mobil sedan, dari kecepatan maju, dalam seketika menjadi mundur. Inilah yang disebut perbedaan momentum yang menghancurkan mobil sedan dan orang di dalamnya. Sedangkan yang di truk, hanya dari kecepatan tinggi menjadi lebih pelan saja (seperti ngerem), perbedaan momentumnya tidak terlalu besar. Jadi kalau kita pukul besi kikir dengan tidak yakin, tenaga kita cenderung kita kurangi (karena takut sakit), yang akibatnya besi kikir tidak patah, dan tangan terpental balik – inilah seperti kejadian mobil sedan tersebut yang menyebabkan tangan kita sakit. Sebaliknya kalau besi kikir putus, tangan kita melaju terus, tangan tidak sakit. Ini seperti truk dalam contoh tabrakan di atas tersebut.

5. Bisa menahan batu yang dipukul dengan palu besar, plus tidur di atas paku-paku

Tentu sering melihat demo ini. Ini terlihat luar biasa, tapi sebetulnya biasa saja. Pertama adalah batu yang digunakan untuk menahan pukulan palu besar tersebut. Batu ini JUSTRU BERFUNGSI SEBAGAI TAMENG sehingga pukulan palu besar itu tidak mengenai badan langsung dan mematahkan tulang rusuk kita.

Kemudian tidur di atas palu. Ini sama seperti halnya daya tembus. Semakin sempit permukaan kontaknya, semakin besar daya tembusnya. Seperti kita menusuk orang dengan pedang bisa tembus, memukul dengan tangan tidak bisa tembus, walaupun tenaga yang digunakan adalah kurang lebih sama. Dengan banyak paku, beban pukulan palu besar tersebut terbagi rata di banyak paku tersebut. Sehingga efeknya paling banter hanya bekas titik-titik paku di kulit.

Kalau si orang tersebut hanya ditahan dengan hanya SATU PAKU, baru itu adalah orang sakti. Kalau pukulan palu tersebut langsung mengenai badannya tanpa batu, orang itu lebih sakti lagi.

6. Bisa berdiri di atas kertas koran

Ini sering dipakai untuk mendemokan ginkang. Orang berdiri di atas selembar kertas koran, kertas koran itu diangkat oleh empat orang, orang tersebut terangkat, tanpa kertas korannya sobek. Faktanya orang biasa tanpa ilmu ginkang whatsoever juga bisa melakukan ini. Karena kertas koran itu tidak seringkih yang kita bayangkan. Ambil kertas koran yang masih baru, berdiri di atasnya dengan stabil, usahakan berat badan selalu terbagi rata pada kedua telapak kaki, dan merata di seluruh telapak kaki (ini konsep yang sama dengan masalah daya tembus). Minta bantuan empat orang untuk mengangkat kertas tersebut dengan hati-hati.

Kalau ini disebut ginkang, ya mungkin maksudnya adalah menjaga keseimbangan badan supaya tetap merata di kedua belah kaki, pada saat kertas koran diangkat. Satu lagi : yang mendemokan sebaiknya yang berat badannya tidak lebih dari 65 kg.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: