Sebuah Essay tentang Kung Fu – 4

(Copas)

4. Kung Fu “internal” dan external

KEBETULAN – sekali lagi kebetulan – latihan untuk merasakan pusat berat badan pada saat diam (dan-tien), meditasi untuk menenangkan pikiran, meningkatkan kemampuan fokus otak, meningkatkan sensitifitas otot menerima perintah dari otak, bisa dilakukan sekaligus semuanya sambil duduk diam. Misalnya : tenangkan pikiran kita, rasakan dan-tien (pusat berat badan tubuh), imajinasikan ada aliran tenaga yang mengalir dari dan-tien menyapa semua urat syaraf dan otot tubuh kita dan kembali ke dan-tien. Jadilah ini yang sering disebut-sebut sebagai latihan internal. Disebut internal karena semua yang terjadi, terjadi di dalam tubuh, dan tidak bisa dilihat oleh mata.

Akan tetapi karena tidak terlihat, tidak bisa dibedakan mana orang yang betul-betul mengerti, dan mana yang tidak mengerti. Terciptalah sebuah kesempatan besar untuk guru-guru penipu ulung meraup uang sebanyak-banyaknya dan nama setenar-tenarnya. Hidup MITOS!

Dari penjelasan di atas, seharusnya jelas tidak ada gunanya memisahkan Kung Fu internal dan external. Kita sudah tahu kombinasi keduanya yang bisa menghasilkan hasil paling maksimum. Kalaupun mau digunakan pembagian internal dan external hanyalah untuk membagi latihan mana yang bisa dilihat oleh mata karena bisa terlihat dalam bentuk gerakan yang kita lakukan, dan mana yang tidak bisa dilihat. Inipun ada gerakan twisting kaki, pinggang, tangan, pergelangan tangan, dan lain-lain yang juga susah dilihat oleh mata – tetapi klo dipelototin betul-betul ya akhirnya terlihat juga. Trus ini mau dimasukkan kategori mana… internal? External? Setengah internal? Setengah external? Jadi lupakanlah pembagian ini.

Oh ya, ada satu gunanya kok… kalau ada orang yang mengklaim bahwa Kung Fu-nya internal, kita sekarang tahu bahwa pada hakekatnya dia belum mengerti apa itu Kung Fu. Jadi dengan mudah kita bisa tahu mana guru tulen mana guru gadungan. Asyik kan

5. Jurus Kung Fu

Terakhir rasanya tidak lengkap jika membahas Kung Fu tanpa membahas jurus-jurusnya. Dan tentu sekaligus menghancurkan mitos-mitos seputar jurus-jurus Kung Fu tersebut.

Sungguh sedih rasanya melihat bahkan seputar jurus-jurus Kung Fu saja yang jelas terlihat bisa timbul mitos tidak keru-keruan.

Apakah itu jurus Kung Fu? Ini tidak lebih tidak kurang serangkaian teknik yang digabungkan dalam satu urutan set. Teknik-teknik ini tidak lebih tidak kurang seperti teknik-teknik yang kita latih satu per satu, berulang-ulang di beladiri manapun. Kenapa harus digabung? Jelas supaya tidak ada teknik yang lupa dilatih. Kalau hanya ada 1-2-3 teknik gampang ingatnya. Kalo ada 32 teknik plus masing-masing teknik mempunyai 4 kembangan (maksudnya 4 variasi seperti : satu untuk tangan kiri, satu untuk tangan kanan, satu untuk tangan kiri arah kebalikan, satu untuk tangan kanan arah kebalikannya), total ada 32 x 4 teknik = 128 teknik, bagaimana kita yakin semua teknik sudah dilatih secara merata?

Walaupun setiap jurus Kung Fu memiliki penekanan berbeda, di setiap penekanan itu Kung Fu menekankan perlunya memiliki satu set skill yang merata. Satu set skill yang merata memiliki kemungkinan menang pertempuran yang lebih merata. Jika ada skill yang tidak merata, kecenderungannya adalah seperti menang telak 5 kali, kalah telak 5 kali. Kalau merata, menang (tidak terlalu telak) 5 kali, kalah (tidak terlalu telak) 5 kali. Jadi kalau kalahpun, kalahnya tidak babak belur banget, jadi kemungkinan selamatnya lebih besar. Dengan dirangkai dalam satu jurus lebih menjamin seseorang mempunyai skill yang lebih merata. Ini permainan probabilitas biasa.

Dalam beberapa jurus Kung Fu sering diselipkan gerakan yang perlahan? Seperti Taiji, ada gerakan cepat, ada gerakan pelan. Apakah maksudnya? Maksudnya ya supaya pada saat bergerak pelan kita bisa lebih berkonsentrasi pada aspek internal. Supaya apa? Supaya lebih merasakan pusat berat badan, meningkatkan kemampuan fokus otak, dan lain-lain seperti yang sudah dijelaskan di atas. Aplikasi sesungguhnya dalam pertarungan? Tentu saja anak kecilpun mengerti : eksekusi secepatnya, semakin cepat semakin baik. Titik.

LUPAKAN mitos bergerak perlahan sambil menunjukkan jurus-jurus-nya sebagian, untuk mengumpulkan energi langit dan bumi sebanyak-banyaknya, seperti di film-film Kung Fu. Itu hanya menandakan si jagoan kurang latihan (dan akal sehatnya agak terganggu). Jadi kalo berantem, buruan langsung tonjok aja Bleh! Kagak kena, langsung tonjok lagi Bleh! (Inilah movement continuity yang sebenar-benarnya. )

Oh ya satu lagi mengenai latihan dengan bergerak perlahan. Kalau kalian sudah tua, bahaya latihan cepat-cepat : ingat jantung sudah tidak sekuat dulu, tulang sudah keropos. Tetapi tetap perlu latihan bukan? Solusinya latihan dengan gerakan perlahan – daripada tidak latihan sama sekali. Nah kalau masih muda? Latihan pelan-pelan begitu? Yang bener nih, sudah merasa jadi engkong-engkong. Lupakan mitos ini, latihan sampai keringat mengucur deras. Kalaupun latihan pelan, ini hanya untuk meningkatkan kemampuan internal seperti seperti yang sudah dijelaskan di atas. Setelah fasih, ya latihan lagi dengan keras dan cepat.

Apakah boleh kita berlatih jurus sepotong-potong? Tentu saja boleh. Kalo teknik A dirasa kita sudah lebih matang, tetapi masih lemah di teknik B, boleh saja selama sebulan kita khusus berlatih teknik B, sehingga menjadi sefasih teknik A. Sehingga kalau melakukan seluruh urutan teknik (seluruh jurus secara komplit), semuanya sama baiknya. (Ingat konsep skill yang merata.) Kalau semua teknik sudah merata, sebaiknya setiap kali latihan eksekusi semuanya secara lengkap, supaya tetap improvement-nya pun merata.

Dan-tien = pusat gaya berat tubuh.

Chi / TD = perpindahan pusat gaya berat tubuh karena gaya yang bekerja pada tubuh dimulai dari dorongan kaki yang berujung kepada impact dengan lawan berbentuk pukulan / tendangan / atau bagian tubuh yang lain (wholebody movement).

Chi (dalam arti yang lebih luas / diperluas) = kombinasi yang harmonis (kompak) antara seluruh tenaga otot tubuh (wholebody movement), pikiran yang fokus, tubuh yang rilex, dan pikiran yang tenang untuk menghasilkan kekuatan yang paling maksimum.

Yin-yang dalam MA = selesainya sebuah gerakan menjadi titik awal sebuah gerakan yang lain (movement continuity).

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: