Sebuah Essay tentang Kung Fu – 1

(Copas)

Realitas dan mitos-mitos yang timbul akibat Kung Fu

Akhirnya sampailah ke isi utama dari artikel ini.

Klarifikasi realitas dari Kung Fu! Supaya kita bisa menikmati, memahami, dan merasakan manfaat yang sebenarnya!

Penghancuran mitos-mitos yang tidak bertanggung-jawab! Yang menyebabkan seni beladiri ini semakin punah! Terjerembab ke dalam fantasi dan semakin jauh dari realitas!

1. Tenaga dalam

Apakah itu tenaga dalam? Adakah itu tenaga tambahan yang tidak terlihat menari-nari di dalam tubuh? Bisa dikontrol sesuka hati kita? Dan menyalahi semua hukum fisika dan biologi? Silahkan cek / googling / wiking di ilmu biologi manapun, tanya ke dokter manapun, adakah mekanisme di dalam tubuh yang memungkinkan orang mengalirkan dan mengontrol tenaga seperti itu? Stop fantasi ini.

Jadi apakah tenaga dalam ini? Jawabannya simple dan gamblang : whole body movement (ingat ciri-khas Kung Fu pertama). Gabungan tenaga dari dorongan kaki, ditambah putaran pinggang, ditambah bahu, tangan, pergelangan tangan, dan berujung di kepalan tangan kita, dalam sebuah koordinasi yang pas (tenaga kaki, pinggang, bahu, dan seluruh tangan saling menambah, bukan saling menghilangkan) dan momen yang pas (semua gerakan berhenti pada waktu yang bersamaan), menghasilkan tenaga yang berlipat-lipat dari sekedar tenaga tangan saja. Yang kalau dipukulkan ke orang atau samsak bisa membuat orang / samsak tersebut terpental sangat jauh sekali, seperti mempunyai tenaga “ajaib”.

Kenapa ajaib? Karena gerakan kaki, pinggang, dan bahu cenderung tidak terlihat, karena pengamat cenderung hanya memerhatikan gerakan tangan, sehingga seolah-olah tangan mempunyai tambahan tenaga “ajaib” yang sangat besar.

Contoh beladiri lain yang sangat menekankan teknik ini, adalah tinju. Dari sebuah tes yang dilakukan oleh majalah Black Belt antara kekuatan pukulan seorang petinju dan seorang karateka, kekuatan rata-rata petinju jauh di atas kekuatan rata-rata karateka. Kung Fu menekankan teknik yang digunakan petinju ini lebih jauh lagi, yaitu dengan memukul mulai dari kaki ditekuk pada posisi kuda-kuda yang memberikan impact paling maksimum (tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi, tapi jelas lebih rendah dari posisi berdiri). (Bukankah dengan demikian pukulan kita lebih lama sampainya? Bisa ya, bisa tidak, tetapi sorry pembahasan ini di luar artikel ini.)

Dan ini bahkan masih ditambahkan dengan teknik hentakan hembusan nafas, dari perut yang dikempiskan secara mendadak, mendesak udara kotor yang memenuhi paru-paru keluar secepat-cepatnya. Beberapa teknik Kung Fu bahkan bisa terlihat secara jelas, menggunakan momen pengempisan perut, bisa terlihat jelas dari kembang kempisnya perut, yaitu tekanan dari hentakan perut yang mendadak dikempiskan ke tubuh kita, untuk menambah tenaga pukulan (jadi menambah lagi tenaga gabungan kaki, pinggang, bahu, dan tangan), sehingga total tenaga pukulan menjadi lebih besar lagi.

Dari sudut pandang metabolisme tubuh memang juga lebih baik karena mempercepat pembersihan darah kotor (mengandung CO2) digantikan dengan darah bersih (mengandung oksigen) sebagai sumber tenaga pukulan.

Jika guru Anda suka dengan Anda, mungkin dia akan menjelaskan ini panjang lebar seperti ini. Jika dia sebal, dia hanya akan menjelaskan kepada Anda mengenai gerakan tangan, yang memang lebih jelas terlihat. Kalau ditanya bagaimana caranya bisa tenaganya menjadi sebesar itu? Dengan enteng akan dijawab : latihan aja terus, sampai tenaga dalam kalian timbul – dibumbui dengan teknik pernapasan tertentu yang akan saya ajarkan kepada kalian tahun depan (jadi make sure penghasilan saya dari uang kursus kalian terjamin sampai dengan tahun depan). Mungkin maksudnya supaya kalian belajar dari pengalaman, atau cukup segitu aja yang perlu kalian ketahui, rahasia yang lain hanya akan saya ajarkan ke murid pilihan saya.

Dimulailah mitos salah mengenai tenaga dalam.

Apa ruginya jika kita mengeksekusi pukulan menggunakan teknik whole body movement, betul-betul semua bagian badan yang dapat digerakkan, digunakan untuk menambah tenaga pukulan, bahkan sampai pergelangan tanganpun digunakan untuk menambah pukulan (berarti memanfaatkan otot bagian depan tangan)? TENAGA CEPAT HABIS. Jadi seperti cerita-cerita silat, si pendekar kehabisan tenaga setelah mengeluarkan ilmu pamungkasnya (tentu dibumbui fantasi yang menyebabkan bumi gonjang-ganjing). Tapi sekarang Anda tahu bukan, tentu saja tenaga cepat habis, karena digunakan oleh semua badan Anda (sama dengan logika kalau Anda angkat barbel sekaligus dua barbel dengan kedua tangan Anda, akan lebih cepat capai dibandingkan angkat barbel satu barbel oleh satu tangan saja).

Ditambah lagi mitos mengenai teknik tenaga dalam rahasia, dimana hasilnya luar biasa, tapi menyedot “energi” praktisinya (digunakan istilah energi karena kata “energi” lebih keren dari kata “tenaga”).

Dan bahaya kedua dari whole body movement yang dilatih secara mendadak adalah perubahan jumlah darah yang harus dipompa oleh jantung menjadi mendadak sangat banyak (untuk mengganti supply oksigen di darah yang lebih cepat habis). Kondisi ini bisa lebih extrim dibandingkan orang yang bermain bulutangkis dan lari sprint. Ini berbahaya untuk jantung yang bisa berakibat stroke ringan dengan gejala tangan / kaki / kepala terasa kesemutan, dan yang fatal jantung mendadak berhenti dan MATI (seperti almarhum Basuki yang mendadak meninggal).

Timbullah mitos hati-hati latihan tenaga dalam, salah-salah bisa lumpuh sebagian (stroke) atau mati mendadak (jantung koroner). Ini semakin menambah angker mitos mengenai tenaga “DALAM” sehingga menimbulkan kesan itu sesuatu rahasia “besar” di luar akal sehat kita. Tetapi tentu sekarang Anda sudah tahu yang sebenarnya bukan?

Oh ya satu lagi, tidak usah khawatir dengan cerita mitos : bahwa orang yang latihan Kung Fu, kalau tangannya ditepukkan sedikit saja ke orang lain, akibatnya bisa fatal (karena tenaga dalamnya yang luar biasa). Kita sudah tahu tanpa whole body movement, sekuat-kuatnya tangan kita, ya segitu-gitu saja tenaganya. Jadi kalau mau gampar orang, gampar saja, dijamin dia tidak akan mati. (Kecuali kalau gamparnya pakai teknik whole body movement.)

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: