Sebuah Essay tentang Kung Fu

(Copas)

Sebuah Essay tentang Kung Fu – seni beladiri yg dihancurkan oleh kebesarannya sendiri



Somehow salah satunya adalah Kung Fu jugalah yang menyebabkan timbulnya mitos-mitos tersebut. Karena kedalaman dari seni tersebut, menimbulkan kesan para praktisinya (yang tulen), seolah-olah mempunyai tenaga ajaib. Kesan ini yang dibesar-besarkan oleh para story teller / tukang gossip, di-amplify oleh romantika cerita-cerita silat (cersil), film-film Kung Fu, lengkap dengan komik-komiknya. Dibesar-besarkan menjadi tenaga dalam yg menimbulkan gempa bumi dengan skala minimal 5 richter (bumi gonjang-ganjing, langit luruh-rantak), loncat ke genteng, melayang di udara, terbang lurus ke depan, kebal bacokan, dll dll.

Sayangnya sebagian besar orang mempercayai ini dengan berbagai alasannya. Alasan yang terutama adalah… dengan mempercayai ini berarti merupakan pengakuan langsung terhadap dirinya sendiri bahwa beladiri-nya sangat luar biasa. Ini begitu berhasilnya, sampai Kung Fu semakin mendapatkan mitos sebagai ilmu sakti yang bisa merubah orang menjadi setingkat dewa.

Sampai kalau seseorang yang membuka perguruan Kung Fu, orang lain sungkan untuk bertanya, takut menyinggung perasaan si guru besar, sehingga tidak mau menurunkan ilmunya. Bahkan walaupun ketika sudah dilatih bertahun-tahun, sudah terasa berbagai ketidak-konsistenan dari penjelasan si “guru besar”, kemajuannya dirasakan antara ya ada sih tapi kok gitu-gitu saja, tetap saja masih mau percaya… lebih percaya bahwa dirinya yang bermasalah… kurang berlatih dengan giat… merasa kurang berbakat… yang semakin mengakui / memaksa dirinya untuk percaya bahwa ilmu yang dipelajarinya memang maha tinggi… sehingga hanya guru besarnya yang merupakan orang yang sangat spesial yang bisa menguasainya.

Sehingga siapapun bisa membuka peguruan Kung Fu. Berikan sedikit demo trik tukang sulap (lihat bonus trik-trik tukang sulap ini di akhir artikel), bumbui dengan cerita-cerita fantastis, semakin fantastis ceritanya, semakin baik, semakin pasang muka kereng (baca : cemberut), semakin percaya orang dibuat. Dengan demikian semakin sulit mencari guru yang betul-betul guru. Tidak heran arti sebenarnya dari apa yang dimaksud dengan tenaga dalam, kuda-kuda, chi, yin-yang, dan segala macam training dan konsep Kung Fu yang mempunyai pengertian yang sangat dalam, semakin hilang. Ditelan oleh kebesaran mitosnya sendiri.

Jangan patah hati dulu, tenaga dalam, chi, latihan internal, whatsoever, semua itu ada, dan jelas-jelas ada, dan memang luar biasa, semuanya akan dibahas oleh artikel ini sesedetil mungkin. Aaah, tetapi artikel yang lain juga klaim seperti itu… apa bedanya??? Bedanya adalah:

1. Logika yang digunakan adalah logika sehari-hari, logika fisika dan biologi anak SMA yang sederhana. BUKAN menggunakan ilmu fisika dan biologi KARANGAN SENDIRI, yang dibikin RUMIT SENDIRI, dengan tujuan orang tidak bertanya lebih lanjut, manggut-manggut mengakui ilmunya (yang sebenarnya tidak jelas juntrungannya itu). Juga tidak diperlukan mencari-cari karya tulis rahasia dari sebuah perpustakaan rahasia di negara rahasia.

2. Dikaitkan dengan mitos yang selama ini timbul akibat keengganan diri kita sendiri untuk memahami / mencari tahu apa yang sebenarnya dimaksud oleh guru kita dan melupakan reality check-nya.

NOTE SATU : khusus poin yang kedua, mitos ini juga bisa ditimbulkan karena guru kita tidak bisa menjelaskannya dengan gamblang. Ini tidak berarti bahwa guru kita tidak jujur, akan tetapi dia memahaminya langsung dari pengalaman pribadinya… sehingga tidak bisa menjelaskan dengan gamblang karena memang bukan orang yang terbiasa dengan teori / konsep. Akan tetapi semua gerakan dan tekniknya sudah sangat sesuai dengan teknik, konsep, dan logika yang betul. Jadi tetaplah berhati-hati untuk selalu sopan, jangan sampai kita membuat marah guru yang memang jujur dan berdedikasi tinggi.

NOTE DUA : kalau bayangan Anda mengenai tenaga ajaib adalah seperti tenaga yang dimiliki oleh para pendekar di komik Tiger Wong dan Long Hu Men, lupakanlah fantasi itu secepatnya sebelum Anda menjadi gila betulan. Dengan logika sederhana, kalau ada orang yang dengan kemampuan seperti itu, dia akan menjadi JUARA DUNIA di semua kejuaran beladiri JENIS APAPUN, DI SELURUH KELAS, plus JUARA DUNIA DI SELURUH KEJUARAN ATLETIK APAPUN. Orang itu pasti sangat amat kaya sekali, misalnya berpenghasilan : 100 juta rupiah per satu jam atau 876 milyar setahun! Reality check : orang itu tidak pernah ada, satupun tidak pernah ada (dari total belasan milyar orang yang pernah ada di dunia ini selama seratus tahun ini).

Dua ciri-khas utama Kung Fu

Sebelum masuk ke santapan utama, sebelumnya harus dimengerti dulu mengenai dua ciri khas paling utama dari beladiri Kung Fu gaya apapun. Ini pernah saya tulis di artikel saya sebelum ini (Kung Fu dan Point Fighting), tetapi untuk kenyamanan para pembaca, saya ulang kembali di sini.

Tanpa dua cirikhas ini, beladiri tersebut boleh disebut apapun, tetapi bukanlah Kung Fu. Dua ciri-khas ini adalah:

1. Ciri-khas pertama : whole-body movement

Pukulan itu pasti dimulai dr kaki paling bawah, sambung putaran pinggang, tangan, dan Bum. Semakin luwes semakin lancar tenaga nyalur dr tenaga kaki, pinggang, tangan, dstnya. Note : Im not talking about tenaga magic (mistis?) yg mengalir di dalam badan, tapi sambung menyambung tenaga otot murni.

Ini seperti beberapa orang kalo mendorong bareng, yg satu berdiri di belakang yang lain, semuanya mendorong ke depan. Klo tidak terkoordinasi dengan baik, tenaga mereka saling menghilangkan (fenomena ini sering dipakai sbg trick tukang obat / akrobat utk nunjukin dia kuat banget). Klo terkoordinasi baik, BARU total tenaga dorongannya menjadi gabungan dari semua orang2 itu.

Koordinasi kaki, pinggang, tangan, whole body-lah, termasuk tambahan momentum dari nafas yang dihentakkan, yang ter-combine menjadi satu pukulan, semakin nyambung dan mulus semakin baik, yang menjadi pukulan menjadi dahsyat.

Bayangin klo kaki aja kira2 2 sd 3x kekuatan tangan, pinggang lebih kuat dr kaki, dan ditambah tangan, klo bisa kegabung semua dalam satu pukulan – efeknya pasti kebayang. Ini yg mungkin jadi timbul mitos tenaga magic. Dan sebaliknya koordinasi yg mulus inilah yg mungkin menimbulkan istilah “chi” (mengalir, smooth, power, fajing, etc etc).

2. Ciri-khas kedua : movement continuity

Setelah melepas satu pukulan, kaki depan jatuh tegak lurus ke tanah (sbg hasil resultan gaya miring dr kaki serong ke atas dan tenaga pukulan lurus ke depan), dan untuk mukul berikutnya, langsung dr posisi kaki yg ditekuk itu nyambung tanpa ambil ancang2 dulu.

Tidak seperti point-fighting yang cenderung kakinya tegak dulu untuk sambung mukul / nendang lagi. Supaya lebih ngerti cobain aja nendang2 (mukul2), perhatikan dr satu tendangan (pukulan) ke tendangan (pukulan) berikutnya, apa yg dilakukan. Oleh karena itu perlu sekali kaki yg kuat, krn untuk nyambung-nyambung terus mukul dan nendang tanpa ngambil ancang2 dulu, hampir setengah waktu pertarungan kaki dalam posisi ditekuk terus. Kira2 dalam bentuk kuda2 – makanya perlu kaki yg kuat.

Di sinilah Kung Fu menang timing dibandingkan point-fighting. Point-fighting cenderung ambil ancang2 dulu, Kung Fu nyambung terus. Idealnya ya memang seperti film2 Kung Fu, orang berantem gerakannya nyambung terus tak-tek-tok. Karena menang timing itu, makanya terkesan bergerak lebih cepat.

Berkesan secepat kilat krn memang 2-3 kali menang timing – dibandingkan point fighting yg harus Satu – Tegakkan kaki dulu terus, Dua- Ambil ancang2, total menjadi 2 gerakan terbuang.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: