masih ttg pukulan

(Copas)

Kung Fu dan Point Fighting



Kung Fu itu simple, dan hanya punya dua ciri-khas utama, dan salah satunya yg paling membedakannya dengan point-fighting (pokoknya klo mo mukul atau nendang harus ambil ancang2 dulu itu namanya point-fighting):

1. Pukulan itu pasti dimulai dr kaki paling bawah, sambung putaran pinggang, tangan, dan Bum. Semakin luwes semakin lancar tenaga nyalur dr tenaga kaki, pinggang, tangan, dstnya. Note : not talking about tenaga magic (mistis?) yg mengalir di dalam badan, tapi sambung menyambung tenaga otot murni.

Ini seperti beberapa orang kalo mendorong bareng, yg satu berdiri di belakang yang lain, semuanya mendorong ke depan. Klo tidak terkoordinasi dengan baik, tenaga mereka saling menghilangkan (fenomena ini sering dipakai sbg trick tukang obat / akrobat utk nunjukin dia kuat banget). Klo terkoordinasi baik, BARU total tenaga dorongannya menjadi gabungan dari semua orang2 itu.

Koordinasi kaki, pinggang, tangan, whole body-lah, termasuk tambahan momentum dari nafas yang dihentakkan, yang ter-combine menjadi satu pukulan, semakin nyambung dan mulus semakin baik, yang menjadi pukulan menjadi dahsyat.

Bayangin klo kaki aja kira2 2 sd 3x kekuatan tangan, pinggang lebih kuat dr kaki, dan ditambah tangan, klo bisa kegabung semua dalam satu pukulan – efeknya pasti kebayang. Ini yg mungkin jadi timbul mitos tenaga magic. Dan sebaliknya koordinasi yg mulus inilah yg mungkin menimbulkan istilah “chi” (mengalir, smooth, power, fajing, etc etc).


2. Setelah melepas satu pukulan, kaki depan jatuh tegak lurus ke tanah (sbg hasil resultan gaya miring dr kaki serong ke atas dan tenaga pukulan lurus ke depan), dan untuk mukul berikutnya, langsung dr posisi kaki yg ditekuk itu nyambung tanpa ambil ancang2 dulu.
Tidak seperti point-fighting yang cenderung kakinya tegak dulu untuk sambung mukul / nendang lagi. Supaya lebih ngerti cobain aja nendang2 (mukul2), perhatikan dr satu tendangan (pukulan) ke tendangan (pukulan) berikutnya, apa yg dilakukan. Oleh karena itu perlu sekali kaki yg kuat, krn untuk nyambung-nyambung terus mukul dan nendang tanpa ngambil ancang2 dulu, hampir setengah waktu pertarungan kaki dalam posisi ditekuk terus. Kira2 dalam bentuk kuda2 – makanya perlu kaki yg kuat.

Di sinilah Kung Fu menang timing dibandingkan point-fighting. Point-fighting cenderung ambil ancang2 dulu, Kung Fu nyambung terus. Idealnya ya memang seperti film2 Kung Fu, orang berantem gerakannya nyambung terus tak-tek-tok. Karena menang timing itu, makanya terkesan bergerak lebih cepat.

Berkesan secepat kilat krn memang 2-3 kali menang timing – dibandingkan point fighting yg harus Satu – Tegakkan kaki dulu terus, Dua- Ambil ancang2, total menjadi 2 gerakan terbuang.
Klo bukan seperti ini, bukan Kung Fu. Klo berantem tidak seperti ini, bukan Kung Fu.
Masalahnya itu bukan nature-nya orang berantem. Mesti bisa mukul nyambung mulus dr kaki sd ke tangan tanpa hambatan, semaki mulus semakin baik. Mesti kuatin kaki dulu (kuda2). Trus nyambung dr satu pukulan / tendangan lain tanpa ancang2. INILAH SUSAHNYA.
Point Fighting is Fast Food. Kung Fu is Slow Food. Dua2nya bisa bikin benjol orang.

Kung Fu adalah The Best Sport??


Klo latihan kuda2, kita diem dan berusaha nafas teratur. Bandingkan klo kita maen bulu tangkis : otot jantung itu dipaksa dalam dua kondisi extreme, istirahat total (pas serve), suddenly dipacu keras (pas lagi marathon / smash2-an). Ini seperti klo kita latihan lari, tapi sering istirahat, trus lari lagi, bisa kram kaki. Nah ini bisa kram otot jantung (jantung koroner). Lebih sehat lari aerobik – stabil – karena tidak berhenti-henti, dan klo brentipun – tidak langsung brenti. Klo latihan kuda2, kita diem terus – nafas lebih stabil lagi. Mestinya lebih sehat?
Satu lagi, konsep whole body movement, adalah betul2 WHOLE body movement. Yg artinya semua otot dan ligamen yang ada di badan harus dilatih, karena harus bisa mukul ke segala arah, dan dari posisi apapun, sambung menyambung, tanpa ambil ancang2. Termasuk nafas yang diledakkan juga menambah kekuatan whole body movement. Note again : Im not talking about tenaga magic yang mengalir di dalam tubuh. Melainkan seperti efek kalo kita nyemprot air pake selang, selang terasa menekan ke belakang. Tenaga tekanan ini yg menjadi tambahan tenaga ke pukulan.
Tentu dengan nafas yang baik, metabolisme lebih baik, oksigen di darah lebih banyak, ATP lebih lancar, pukulan lebih kuat.

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: