RASA

(Cuman nyadur dari kaskus)
RASA adalah kata yang umum di gunakan dalam beladiri silat khususnya di daerah jawabarat dan betawi. banyak perguruan yang menggunakan istilah ini dalam setiap kaedah yang di milikinya. istilah RASA pun menjadi sesuatu yang sering di kemukakan ketika orang melakukan bersambung tangan (Sparring). contohnya pada permaenan maenpo yang merupakan ciri khas beladiri jawabarat (seperti maenpo cikalong, cikaret, sabandaran, kari, madi dll) istilah rasa di gambarkan terbagi atas 3 hal yaitu
– Rasa Antel (rasa nempel)
– Rasa Anggang (rasa jauh)
– Rasa Sinar
dari beberapa diskusi dan apa yang penulis pahami tentang rasa, banyak sekali yang menggambarkan rasa adalah insting/feeling. Rasa ini di kaitkan dengan bagaimana kita mengenali dan memahami setiap gerak lawan dan memberikan antisipasi yang terbaik, dengan maksud untuk membendung (blocking), mengalirkan maupun mengcounter lawan. dan yang paling utama adalah memenangkan setiap pertempuran/perkelahian.

Rasa vs. Teknik
Apa yang saya diskusikan disini hanya terbatas pada pemahaman rasa antel (nempel) yang terjadi karena adanya kontak fisik antara kita dengan lawan kita.
bagi saya gambaran rasa dalam silat ibarat seorang pembalap mengendarai mobil F1-nya, seperti seorang gitaris memainkan gitarnya seperti seorang petinju bertinju di atas ring. rasa akan tergantung pada alat/cara berlatih dan jam terbang dari setiap individunya.
Bagaimana kita membedakan rasa dengan teknik murni, ini sama saja dengan membandingkan feeling seorang supir dengan teknik mengendarai sebuah kendaraan. atau feeling seorang dokter bedah dengan teknik melakukan pembedahan
Teknik hanya ada di area cara, cendrung baku dan sifatnya tekstual, bagaimana mengendarai kendaraan tentu saja kita tinggal lihat di buku manualnya itulah teknik. namun kepiawaian si supir dalam berkendaraan atau teknik teknik bertinju seseorang petinju profesional akan sangat berbeda dengan teknik standar. sedangkan rasa lebih kepada insting dan reflek yang terjadi akibat jam terbang/pengalan dalam menggunakan teknik yang ada.
penjelasan di atas sebenarnya untuk menggambarkan bahwa meski memiliki jurus yang sama misalnya 10 jurus dan hanya itu itu saja yang dilatih tetapi Rasa dari setiap pesilat tidak bisa di samakan. Rasa akan tergantung jam terbang (pengalaman) dan seberapa sering seseorang mengalami kondisi sulit dan terdesak. maksud saya sampai kapan pun seorang murid yang sudah menguasai 10 jurus tertinggi tidak akan pernah bisa melampaui kemampuan rasa Sang Guru meski dari sisi jurus yang di kuasai sama. Kecuali jika si murid berlatih pada orang lain yang rasanya lebih tinggi dari gurunya.

Rasa vs. Tenaga
Pada umumnya pemahaman rasa ini (sekali lagi ini pada pemahaman rasa antel/nempel) tidak lepas dari pemahaman tentang tenaga dan mengenali tenaga lawan. sehingga di kenal adanya tenaga kosong, isi dan tenaga setengah. Rasa yang sudah terlatih dengan baik akan dengan mudah memahami dan mendeteksi maksud dan tujuan serta arah tenaga lawan, seperti halnya cekatannya seorang pembalap di jalan berkelok, Turunan, Tanjakan bahkan di jalan licin dan bergelombang.
Pemahaman tentang merasakan tenaga lawan inilah yang menjadi kunci utama dalam permainan Rasa (khususnya rasa antel/Nempel). Pemahaman penggunaan tenaga setengah untuk mengontrol tenaga lawan, tenaga isi untuk mendesak/Menyerang lawan dan tenaga kosong untuk mengalirkan/Membuang serangan lawan menjadi sesuatu yang menarik untuk di cermati dan di pelajari.
Kombinasi kapan kita melakukan isi, kosong dan setengah dari tenaga yang kita keluarkan ini tentu saja sangat sesuai dengan hukum fisika aksi-reaksi. sehingga amatlah tepat ketika di kemukakan bahwa lawan isi adalah kosong sedangkan lawan kosong adalah isi.

Rasa vs. Niat
Niat berperan penting dalam permainan rasa, dimana dalam kondisi terdesak dengan waktu yang sangat sempit sepersekian detik tubuh kita harus segera bereaksi dan merespon gerakan lawan. nyaris tidak ada waktu untuk berfikir yang ada adalah kecepatan dan insting/feeling dalam meresponse serangan lawan. Faktor niat menjadi penting ketika kita berniat dzalim maka setiap response kita akan berakhir dengan cedranya lawan kita atau ketika kita niat menyelamatkan lawan kita maka response badan kita akan menyelamatkan lawan kita

Rasa vs. Pernapasan
Pemahaman rasa tidak lepas dari tenik pengolahan napas, karena sumber tenaga adalah napas sehingga kemampuan kita dalam mengolah napas untuk sebagai sumber tenaga sangatlah penting. Pernapasan adalah salah satu cara mengoptimalkan penggunakaan tenaga dalam setiap perkelahian, sudah banyak bukti bahwa pada akhirnya yang napasnya kuat/panjang yang akan menang ketika kita berhadapan dengan lawan yang seimbang baik dari sisi teknik maupun pengalaman.
Rasa yang terlatih akan bisa memahami dengan mudah ujung dari setiap serangan, seperti beberapa tokoh silat mengemukakan bahwa ujung tenaga adalah ketika napas kita habis dan berganti dari menahan atau membuang napas menjadi menarik napas. ini terjadi sepersekian detik sebelum menarik napas.
Untuk membuktikannya bisa di coba dengan melakukan gerakan mendorong atau memukul sambil menarik napas, bagaimana tenaga yang di hasilkan dengan cara ini? bandingkan jika kita memukul dengan menahan napas (mepet) atau membuang napas, Bagaimana perbedaan hasilnya.

Rasa vs. Jurus
Rasa yang baik akan di hasilkan dari jurus yang memang di tujukan untuk melatih rasa secara optimal, jurus jurus yang bertujuan melatih rasa biasanya bukan yang sifatnya keras melaikan yang dilatih dengan tujuan merasakan setiap pergerakan lawan agar badan kita bisa sensitif terhadap arah serangan dan tenaga yang dilakukan lawan terhadap kita
Demikian sedikit pembahasan rasa, yang saya bahas disini. meski hanya terbatas pada pemahaman rasa antel/nempel mudah mudahan pembahasan ini bisa membuka wacana dan diskusi yang menarik tentang pemahaman konsep rasa itu sendiri

Perihal sekedarblog
Aku hanya aku adanya; Aku bukan yang nampak aku; Aku seperti silih bergantinya hitam putih; Artikupun samar kumengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: